Direksi Telkom Diganti Karena Ada Konflik Internal
Rabu, 28 Feb 2007 13:37 WIB
Jakarta - Pergantian direksi Telkom salah satunya dipicu oleh konflik internal di jajaran direksi. Jika didiamkan, konflik itu dikhawatirkan akan merembet hingga level bawah."(Pergantian) itu berkaitan dengan kinerja Telkom ke depan. Jadi saya antisipasi karena ada konflik internal di dalam direksi Telkom. Itu sudah rahasia umum, sudah pada ngerti lah," jelas Sekretaris Menneg BUMN Said Didu saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/2/2007)."Kalau ada pertikaian di dalam direksi, hal ini akan menimbulkan intervensi ke bawah nantinya, sehingga akan mengganggu kinerja perseroan dan harmonisasi kerja di level bawah akan terganggu dan terpecah," jelasnya. Menurut Said, pergantian direksi Telkom ini telah dirapatkan secara intensif guna mendapatkan nama-nama yang terbaik.Apa target pergantian direksi? "Targetnya adalah kinerja Telkom akan membaik dalam jangka panjang. Jadi kayak Jamsostek. Kalau untuk jangka pendek mungkin tidak kelihatan, tapi dalam jangka panjang pasti kelihatan dampaknya bagi kinerja," jelasnya.RUPS Telkom akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Nama-nama yang beredar untuk menggantikan Arwin makin mengerucut. Dan yang kini disebut-sebut sebagai calon kuat Dirut Telkom adalah Direktur Keuangan Telkom Reynaldi Firmansyah.Buy Back SahamBerkaitan dengan pembelian kembali saham atau buy back saham Telkom, Said mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena Telkom memiliki duit yang cukup berlimpah."Telkom itu kelebihan uang, cukup untuk buy back dan juga investasi," cetusnya.
(qom/ir)











































