IHSG Anjlok 23 Poin
Rabu, 28 Feb 2007 16:23 WIB
Jakarta - Pasar saham terseret arus negatif bursa regional terutama kejatuhan dari Bursa Shanghai. Indeks sempat turun hingga 92 poin lebih sebelum akhirnya panic selling mereda.Penurunan bursa Cina dipicu oleh kekhawatiran akan diluncurkannya index futures dan rumor pengenaan pajak atas perolehan dari transaksi saham. Namun akhirnya pemerintah mengklarifikasi dan membantah rumor tersebut. Imbasnya bursa Cina langsung ditutup rebound.Pada penutupan perdagangan Rabu (28/2/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjatuh 23,037 poin (1,31%) pada level 1.740,971.Kepala Riset BNI Securities, Fendi Susiyanto menilai, pelemahan bersifat sementara, karena hanya masalah sentimen negatif indeks Shanghai Cina bukan masalah fundamental. Sehingga IHSG akan segera pulih dalam pekan ini juga. Sementara Menko Perekonomian Boediono, melihat semua negara di dunia merasakan dampak merosotnya pasar finansial Cina. Namun ia menilai dampak yang diterima Indonesia masih dalam batas yang bisa ditolerir.Indeks LQ-45 turun 5,066 poin (1,36%) pada level 367,812 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,390 poin (1,47%) pada level 294,062.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 47.499 kali, dengan volume 3,617 miliar unit saham, senilai Rp 4,265 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 24 saham naik, 137 saham turun dan 43 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 350 menjadi Rp 12.550, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 250 menjadi Rp 8.950, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 8.900, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 150 menjadi Rp 9.100 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.300. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Summarecon Agung (SMRA) naik Rp 220 menjadi Rp 1.350, Astra Internasional (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 14.050, dan Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.900.
(ir/ir)











































