Penjualan Otomotif Turun, Laba Astra Berkurang 32%

Penjualan Otomotif Turun, Laba Astra Berkurang 32%

- detikFinance
Rabu, 28 Feb 2007 18:22 WIB
Jakarta - Lesunya pasar otomotif di tahun 2006 memberi kontribusi yang cukup signifikan pada penurunan laba PT Astra International Tbk. Pada tahun 2006, Astra mencatat penurunan pendapatan bersih 10 persen menjadi Rp 55,5 triliun, dibandingkan pendapatan tahun 2005 sebesar Rp 61,7 triliun.Sementara itu laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 32 persen menjadi Rp 3,7 triliun, dibandingkan Rp 5,5 triliun pada tahun 2005.Menurut Presdir Astra Michael D Ruslim dalam siaran pers yang diperoleh detikFinance, Rabu (28/2/2007), lesunya pasar otomotif terutama pada semester I-2006 merupakan imbas dari kenaikan harga BBM pada Oktober 2005.Pada tahun 2006, Astra membukukan laba usaha sebesar Rp 5,0 triliun, turun 22 persen dibandingkan Rp 6,4 triliun pada tahun 2005. "Meski penjualan mobil dan sepeda motor mengalami penurunan, kontribusi pendapatan bersih dari bidang usaha alat berat dan agribisnis kami meningkat," jelas Michael. Michael berharap perekonomian Indonesia bisa membaik tahun 2007, dengan dukungan penurunan suku bunga. "Ini akan berdampak pada daya beli konsumen sehingga akan berpengaruh positif pada bisnis Astra," tambahnya.Sumbangan divisi otomotif Astra, mengalami penurunan laba usaha yang paling signifikan hingga 51 persen menjadi RP 859 miliar. Dari angka penjualan nasional sepanjang 2006 yang turun sebesar 40 persen menjadi 318.904 unit, sebanyak 174.827 unit merupakan produk keluaran Astra. Dengan demikian pangsa pasar Astra malah naik dari 49 persen menjadi 55 persen. Dari divisi non otomotif yang terdiri dari jasa keuangan, alat berat dan agribisnis sebesar Rp 4,1 triliun turun sebanyak 12 persen dibandingkan 2005. Aktifitas bidang usaha jasa keuangan juga mengalami imbas penurunan akibat kondisi penjualan otomotif yang melemah pada tahun 2006. Total nilai pembiayaan PT Federal International Finance, Astra Credit Companies dan PT Toyota Astra Financial Services turun 20 persen menjadi Rp 19,1 triliun, sementara itu provisi piutang ragu-ragu meningkat pada tahun 2006.Pada 16 September 2006, Astra meningkatkan kepemilikan sahamnya di Bank Permata dari 31,55n persen menjadi 44,51 persen dengan nilai akuisisi sebesar Rp 894 miliar. Sehingga total investasi Astra di Bank Permata saat ini menjadi Rp 3,1 triliun. Di tahun 2006, Bank Permata mencatat kenaikan laba 6 persen menjadi Rp 311 miliar.Laba bersih dari bidang usaha alat berat menjadi Rp 930 miliar turun 11 persen dibandingkan tahun 2005. Anak perusahaan PT United Tractors Tbk, yaitu PT Pamapersada Nusantara, yang bergerak di bidang kontraktor penambangan, mencatat peningkatan volume overburden removal dan coal extraction sebesar 20 persen. Namun perolehan laba mengalami dampak dari meningkatnya provisi dari piutang ragu-ragu. Dari divisi penjualan alat berat Komatsu turun 6 persen menjadi 2.250 unit akibat penurunan permintaan namun pangsa pasarnya tetap stabil sebesar 48 persen.PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan laba bersih Rp 787 miliar, stabil dibandingkan tahun 2005. Meski penjualan CPO) meningkat sebesar 11 persen dan rata-rata harga jual CPO lebih mantap, namun peningkatan tersebut terkompensasi dari peningkatan biaya produksi.Sepanjang tahun 2006, nilai ekuitas Grup Astra tumbuh 10 persen menjadi Rp 22,4 triliun. Nilai utang bersih Grup pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 17,1 triliun dibandingkan Rp 22,5 triliun pada akhir tahun 2005. Di luar pinjaman bidang usaha jasa keuangan, nilai hutang bersih Grup pada tanggal 31 Desember 2006 menjadi Rp 3,6 triliun dari Rp 2,6 triliun pada tahun 2005, jumlah tersebut mencerminkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 16 persen, naik dari 13 persen pada akhir tahun 2005. Peningkatan pinjaman terutama digunakan untuk investasi pada Bank Permata.Meski kinerja 2006 turun, namun direksi Astra tetap mengusulkan dividen 2006 sebesar Rp 440 per lembar saham, atau sama dengan dividen taun 2005. Dividen itu akan diajukan dalam RUPS Astra yang akan digelar 23 Mei 2007."Pada tanggal 15 November 2006, Astra telah membayar interim dividen sebesar Rp 150 per lembar saham dan sisa dividen sebesar Rp 290 akan dibayarkan setelah mendapat persetujuan pada RUPS nanti," jelas Michael. (qom/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads