Gonjang-ganjing Rupiah Reda
Kamis, 01 Mar 2007 08:53 WIB
Jakarta - Gelombang profit taking yang melanda rupiah pada Rabu kemarin (28/2/2007 mulai berbalik arah. Rupiah siap menguat lagi menuju level 9.100 per dolar AS.Rupiah pada penutupan Rabu kemarin ada di posisi 9.130 per dolar AS atau turun hingga 40 poin karena terimbas merosotnya bursa Cina.Namun seiring dengan membaiknya bursa Cina, rupiah pada perdagangan valas pukul 08.32 WIB, Kamis (1/3/2007) mulai menunjukkan penguatannya di level 9.122-9.127 per dolar AS.Kepala Riset BNI Securities, Fendi Susiyanto, menilai pelemahan rupiah pada Rabu kemarin yang anjlok hingga 9.190 per dolar AS masih wajar. Karena titik keseimbangan rupiah ada di level 9.200/US$.Sementara Bank Indonesia (BI) juga siap menjaga pasar agar rupiah tak terjungkal. Menurut Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya, BI akan berusaha menjaga volatilitas rupiah agar tidak terlalu tinggi. Saat ini perhatian pelaku pasar valas tertuju pada keluarnya data inflasi Februari oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis siang ini.Pasar sedikit terhibur dengan keyakinan BI yang memperkirakan inflasi Februari masih berpeluang di bawah 1 persen karena dampak banjir bandang di Jabodetabek tidak terlalu tinggi.
(ir/ir)











































