Rupiah Terancam Carry Trade

Rupiah Terancam Carry Trade

- detikFinance
Jumat, 02 Mar 2007 14:08 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah selama ini ditopang oleh demam carry trade. Namun kini, pola carry trade berubah arah. Dana-dana mulai ditarik dari Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi?Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin menjelaskan, carry trade merupakan perilaku investor yang meminjam dalam mata uang yang memberi return lebih kecil, dan menanamkannya ke dalam mata uang yang suku bunganya tinggi seperti rupiah, peso dan ringgit. Namun seiring adanya gejolak di pasar finansial dipicu oleh Cina, menyebabkan investor mulai menarik dananya tersebut."Para investor yang kebanyakan dari Jepang melakukan reverse dari carry trade dengan menjual aset-aset seperti rupiah, SBI dan SUN yang mereka punya dan dikembalikan dalam yen," jelas Aslim saat ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/3/2007).Menurut Aslim, hal itulah yang menyebabkan nilai tukar yen terus menguat, dan melemahkan rupiah. Namun Aslim meyakini, dengan indikator yang kuat dan kondusif tidak ada faktor-faktor yang membuat rupiah terdepresiasi. Salah satu indikatornya adalah terus bertambahnya cadangan devisa yang pada hari ini sudah pada posisi US$ 46,2 miliar. "Jadi tidak perlu khawatir akan rupiah," tegasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads