Rupiah dan Saham Terkapar
Senin, 05 Mar 2007 14:37 WIB
Jakarta - Gejolak pasar finansial di kawasan Asia kembali merontokkan rupiah dan indeks saham. Rupiah tembus ke 9.230/US$ dan IHSG anjlok lebih dari 50 poin.Pada perdagangan saham sesi II pukul 14.30 JATS, Senin (5/3/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling 55,532 poin (3,16%) ke level 1.704,487.Seiring dengan terkulainya pasar saham, posisi rupiah terhadap dolar AS juga setali tiga uang.Rupiah pada transaksi valas pukul 14.00 WIB, jeblok 66 poin ke level 9.230 per dolar AS.Analis pasar saham, Hendri Purwono dari Mega Capital Securities, mengakuipenurunan indeks karena terseret sentimen negatif bursa regional. Mulai dari Indeks Nikkei, Hang Seng, Singapura yang turun signifikan."Bursa Asia selama ini belum pernah mengalami koreksi besar padahal rally beberapa waktu lalu cukup tinggi, jadi sekarang investor melakukan aksi ambil untung besar-besaran," kata Hendri.Akibatnya, sentimen positif dari dalam negeri seperti turunnya inflasi Februari menjadi 0,62 persen dan antisipasi Rapat Dewan Gubernur BI 6 Maret besok, tidak bisa melawannya.Sementara pengamat pasar valas Toni Mariano menilai, penurunan rupiah karena mata uang lokal ini masih akan terus dibayangi oleh reverse carry trade. Para pelaku pasar akan melepas aset rupiah mereka seperti SUN dan SBI untuk di alihkan ke Yen. Toni memprediksi rupiah akan bergerak dikisaran Rp 9.220 hingga Rp 9.250 per dolar AS.Carry trade merupakan perilaku investor yang mencari pinjaman dari negara dengan suku bunga rendah seperti Jepang, dan kemudian diinvestasikan kedalam mata uang yang memberi imbal hasil lebih tinggi seperti rupiah, ringgit dan peso.
(ir/qom)











































