Pasar Saham Babak Belur
Senin, 05 Mar 2007 16:19 WIB
Jakarta - Pasar saham kembali remuk redam dengan terjun 60 poin lebih di bawah 1.700. Anjloknya bursa regional memicu tekanan jual yang hebat di lantai bursa.Aksi jual besar-besaran membuat saham yang bisa mencatat kenaikan harga hanya 10 emiten, sedangkan ratusan saham lainnya dibuang 'investor'.Pada penutupan perdagangan Senin (5/3/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpelanting hingga 61,199 poin (3,48%) pada level 1.698,820.Analis pasar saham, Hendri Purwono dari Mega Capital Securities, mengakuipenurunan indeks karena terseret sentimen negatif bursa regional. Mulai dari Indeks Nikkei, Hang Seng, Singapura yang turun signifikan."Bursa Asia selama ini belum pernah mengalami koreksi besar padahal rally beberapa waktu lalu cukup tinggi, jadi sekarang investor melakukan aksi ambil untung besar-besaran," kata Hendri.Akibatnya, sentimen positif dari dalam negeri seperti turunnya inflasi Februari menjadi 0,62 persen dan antisipasi Rapat Dewan Gubernur BI 6 Maret besok, tidak bisa melawannya.Indeks LQ-45 turun 13,707 poin (3,68%) pada level 358,313 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 11,076 poin (3,71%) pada level 287,545.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 35.684 kali, dengan volume 2,910 miliar unit saham, senilai Rp 3,193 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, hanya 10 saham naik. Sisanya 181 saham turun dan 25 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 950 menjadi Rp 9.450, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 600 menjadi Rp 8.850, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 13.600, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 400 menjadi Rp 8.500, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 9.000 dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 350 menjadi Rp 5.350.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain,International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 50 menjadi Rp 39.150, Anugrah Tambak Perkasindo (ATPK) naik Rp 25 menjadi Rp 410 dan Sierad Produce (SIPD) naik Rp 2 menjadi Rp 51.
(ir/qom)











































