Rupiah Terus Merosot Akibat Perilaku 'Monyet'
Senin, 05 Mar 2007 17:23 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus merosot hingga mencapai level Rp 9.250 per dolar AS. Pelemahan itu merupakan dampak perilaku investor Indonesia yang bak monyet.Perilaku monyet yang dimaksud adalah suka ikut-ikutan. Jika ada satu investor melakukan aksi jual di pasar saham, maka yang lain akan menggekor. Hal itu menyebabkan IHSG jatuh hingga ke level 1.690-an, dan menyeret rupiah ke lembah pelemahan. "Kita ini rentan dan gampang panik, monkey did, monkey do, satu investor asing pergi yang lain ikut-ikutan. Setelah ambil profit, mereka lepas rupiahnya untuk ditukar dolar," kata pengamat valas dan pasar modal Farial Anwar, ketika dihubungi detikFinance, Senin (5/3/2007).Pada perdagangan hari ini, rupiah akhirnya ditutup merosot ke level 9.240 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di level 9.165 per dolar AS. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka pada level 9.205/9.210 per dolar AS.Menurut Farial tekanan di pasar saham akibat aksi profit taking yang sudah berlangsung sejak pekan lalu ini akan terus berlangsung selama pekan ini. Rupiah diprediksi akan bergerak pada rentang Rp 9.220 hingga Rp 9.250 per dolar.Farial menambahkan, Bank Indonesia seharusnya segera melakukan aksi kontrol terhadap tekanan rupiah ini. Apalagi dengan jumlah cadangan devisa yang cukup memadai seharusnnya Bank Indonesia dapat mengembalikan rupiah pada level Rp 9.100-an per dolar."Cadangan devisa kita kan besar, mencapai US$ 46 miliar, tentu dapat melakukan intervensi terhadap tekanan rupiah," urai Farial.
(ir/qom)











































