Dolar Mulai Pulih, Carry Trade Masih Mengancam

Dolar Mulai Pulih, Carry Trade Masih Mengancam

- detikFinance
Selasa, 06 Mar 2007 10:41 WIB
Tokyo - Setelah merosot tajam di pasar regional pada perdagangan kemarin, dolar AS mulai rebound. Namun pembalikan carry trade masih menjadi ancaman.Pada perdagangan Selasa (6/3/2007) di Tokyo, dolar stabil di posisi 115,82 yen, dibandingkan posisi 115,74 yen pada penutupan perdagangan di New York.Sementara euro menguat ke level 1,3099 dolar, dari sebelumnya di posisi 1,3088 dolar. Terhadap yen, euro berada di posisi 151,74 yen, dari 151,25 yen.Pembalikan carry trade telah melambungkan posisi yen atas dolar AS. Hal itu telah menyeret bursa Jepang ke posisi terendahnya dalam dua bulan terakhir dan menular ke hampir seluruh bursa dunia.Carry Trade merupakan perilaku investor yang meminjam dana dalam mata uang dengan imbal hasil yang rendah seperti yen, dan menginvestasikannya ke dalam mata uang dengan imbal hasil tinggi seperti rupiah, ringgit dan peso. Namun gejolak di pasar finansial dunia membuat perilaku carry trade berbalik. Yen pun malah menjadi perburuan. Gejolak itu terutama dipicu melorotnya bursa saham Cina beberapa waktu lalu dan juga melambatnya perekonomian AS.Rebound dolar tersebut telah membantu pulihnya pasar saham."Rebound ini tidak berarti pembalikan carry trade yen telah berakhir. Ini adalah aksi teknikal karena para pialang melihat dolar sudah dalam posisi oversold," jelas Ryohei Muramatsu, pialang dari Commerz Bank seperti dikutip dari AFP.Menteri Keuangan AS Hank Paulson yang tengah roadshow ke berbagai negara Asia menilai, yen telah bergerak sesuai mekanisme pasar.Demikian pula Menteri Keuangan Jepang Koji Omi yang merasa tidak cemas dengan gejolak pasar baru-baru ini. "Saya tidak khawatir tentang hal itu karena mekanisme pasar telah berfungsi. Kami sepakat bahwa fundamental ekonomi cukup kuat di Jepang dan AS," jelas Omi usai bertemu dengan Paulson. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads