Inco akan Bangun 2 Pabrik Nikel US$ 1 Miliar
Rabu, 14 Mar 2007 12:21 WIB
Jakarta - Perusahaan pertambangan, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) berencana membangun pabrik pengolahan nikel di Pomala, Sulawesi Tenggara dan Bahodopi, Sulawesi Tengah sebelum 2010. Dana investasi pembangunan pabrik diperkirakan mencapai US$ 500 juta per unit."Berdasarkan kontrak karya tahun 1990 kami diharuskan membangun pabrik dan kami commited," kata Direktur Utama Inco, Arif Siregar, usai RUPSLB pergantian direksi di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (14/3/2007).Arif mengatakan pembangunan pabrik di Bahodopi akan diprioritaskan terlebih dahulu. Saat ini perseroan tengah melakukan uji kelayakan terhadap jenis nikel yang terdapat di daerah tersebut."Kapasitas pabrik yang akan dibangun tergantung jenis nikel yang akan diolah," ujarnya.Arif juga menyatakan dengan pembangunan pabrik di Pomala, Inco belum memutuskan apakah jika nanti pabrik sudah selesai pasokan nikel ke PT Aneka Tambang Tbk akan dihentikan. Selama ini tambang Inco di Pomala memasok bijih nikel ke PT Anek Tambang."Seharusnya bisa berjalan dua-duanya, tapi kami belum memutuskan," kata Arif.Sementara itu, RUPSLB hari ini menyetujui pergantian komisaris Inco terkait dengan masuknya CVRD ke Inco Ltd. Komisaris baru PT Inco adalah Murilo Ferreira sebagai Komisaris Utama menggantikan Peter Jones. Selain itu Anggota Komisaris Baru adalah Mark Cutifani serta Leonardo Maretzsohn menggantikan Ronald Aelick dan Robert Davies
(ard/ir)











































