PGN Harapkan Hibah dari Jepang dan AS untuk Studi CBM
Selasa, 20 Mar 2007 15:23 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengharapkan hibah dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) untuk studi CBM (Coal Bed Methane). Studi dilakukan untuk mendapatkan potensi gas dari lapangan lain selain yang selama ini ada. "Kita usahakan dari grant dari Jepang dan Amerika. Baru awal-awal studi," kata Direktur Pengembangan PGN Adil Abas di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3/2007). Rencananya, PGN akan menilik daerah-daerah di sekitar Sumatera untuk pengembangan CBM. CBM merupakan gas yang terperangkap di lapisan batubara. Studi dilakukan sekarang agar bisa melakukan pengembangan CBM sebelum terjadi penurunan pasokan. Menurut Adil, cadangan gas Indonesia hanya tersedia hingga 11 tahun mendatang. "Reserves kita khan hanya untuk 11 tahun. Lalu kita usaha cari gas lagi dari CBM. CBM untuk mengisi setelah 11 tahun nanti," ujarnya. Untuk studi CBM, PGN akan menggandeng operator-operator yang sudah berpengalaman. Jika selama ini PGN menggandeng Santos, perusahaan asal Asutralia, kedepannya PGN juga akan mengincar perusahaan berpengalaman lainnya. Pengembangan CBM diperkirakan mencapai 5-6 tahun. Sedangkan studi CBM diperkirakan selama 6 bulan.
(lih/qom)











































