Liberalisasi Ringgit Tidah Pengaruhi Rupiah

Liberalisasi Ringgit Tidah Pengaruhi Rupiah

- detikFinance
Kamis, 22 Mar 2007 13:23 WIB
Jakarta - Kebijakan Bank Sentral Malaysia yang meliberalisasi mata uang ringgit tidak berpengaruh kepada rupiah. Meskipun saat ini rupiah menguat hingga Rp 9.100 per dolar AS, hal itu lebih disebabkan oleh fundamental ekonomi yang bagus.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin ketika dihubungi detikFinance, Kamis (22/3/2007)."Rupiah menguat karena cerminan dari faktor fundamental Indonesia, karena indikator makro cukup bagus, itu yang membuat rupiah menguat," ujarnya.Aslim menilai, yang terjadi di Malaysia relatif tidak terlalu berpengaruh terhadap mata uang regional. Sementara mata uang yang selalu mempengaruhi adalah yen Jepang."Faktor regional selalu berpengaruh, yen naik turun ada pengaruhnya. Yang terjadi di Malaysia menurut hemat saya tidak berpengaruh terhadap rupiah," ujarnya.Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang mematok suku bunganya pada 5,25 persen. "Fed kan menahan 5,25 persen. Dalam siaran persnya disebutkan mereka akan melonggarkan kebijakan. Jadi pasar menganggap akan ada kemungkinan Fed rate akan turun lagi. Ini berpengaruh pada semua mata uang utama," ujarnya.BI rate akan diturunkan? "Oh masih panjang, kita akan evaluasi semua faktor eksternal," ujarnya. (ddn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads