Indocement Tak Berani Pasang Tinggi Target Penjualan

Indocement Tak Berani Pasang Tinggi Target Penjualan

- detikFinance
Jumat, 23 Mar 2007 16:43 WIB
Jakarta - Perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), menargetkan pertumbuhan penjualan semen domestik tahun ini sebesar 4 persen.Pertumbuhan penjualan semen ini sama dengan prediksi pertumbuhan semen domestik nasional. "Target ini cukup konservatif karena pertumbuhan infrastruktur nasional yang melambat, untuk market share tahun ini sebesar 31 persen," kata Direktur Keuangan INTP, Christian Kartawijaya dalam acara public expose di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (23/3/2007).Christian juga mengatakan bahwa belanja modal (capex) perseroan di tahun ini adalah sebesar US$ 60 juta, menurun dibandingkan 2006 yang sebesar US$ 277 juta. "Ini adalah capex operasional, karena kita tidak jadi membangun pabrik baru tahun ini," imbuhnya.Di tahun ini, Christian juga mengatakan akan ada peningkatan produksi sebesar 600 ribu ton, akibat sudah berjalannya kembali pabrik P-8 milik perseroan di Citereup yang mulai beroperasi akhir Maret 2007. "Jadi pada tahun lalu kapasitas produksi kita 16,5 juta ton, jadi ada penambahan 600 ribu ton tahun ini dengan harga US$ 25-30 per ton, dan sampai 2009 kami targetkan kapasitas produksi kami 20 juta ton," ungkapnya. Menurutnya setelah tahun 2009, perseroan akan membangun sebuah semen millbaru dengan kapasitas 10 ribu ton klinker per hari. "Hal ini guna meningkatkan kapasitas produksi kami," ujarnya.Selain itu, Christian mengatakan bahwa mulai Desember 2006 hingga Februari 2007 harga semen perseroan dinaikkan hingga 5-6 persen. "Karena kami telah menurunkan harga sejak Juni 2006 hingga November sebesar 15 persen," jelasnya.Volume ekspor di tahun ini, akan dipertahankan sama seperti tahun 2006. "Tahun 2006 untuk konsumsi domestik 14 juta ton, dan kelebihannya untuk ekspor," ungkapnya. Di tahun ini, perseroan memperkirakan adanya pendapatan dari penjualan hasil penurunan emisi CO2 sekitar 500 ribu ton dalam rangka Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism). (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads