Harga Minyak Bayangi Lantai Bursa
Kamis, 29 Mar 2007 07:37 WIB
Jakarta - Kembali naiknya harga minyak dunia ke level US$ 65 per dolar AS, setelah timbul ketegangan antara Inggris dan Iran kembali menghantui lantai bursa.Tidak hanya Bursa Efek Jakarta (BEJ), pasar global pun mulai mewaspadai kenaikan harga minyak ini karena akan membuat biaya ekonomi lebih tinggi.Pada perdagangan saham Kamis (29/3/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih negatif karena mengikuti gerak bursa global dan regional.Bursa saham wall street pada penutupan Rabu setempat (28/3/2007), turun karena pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke bahwa AS masih terus konsentrasi terhadap inflasi.Dari dalam negeri investor masih akan memeloti hasil kinerja emiten 2006 dan kemungkinan adanya window dressing di akhir triwulan I-2007 yang diharapkan bisa mengangkat indeks.Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (28/3/2007), IHSG turun 19,268 poin (1,06%) pada level 1.800,392.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuiritas.Bhakti SecuritiesMelemahnya bursa regional berimbas kepada terseretnya indeks ke teritori negatif di level psikologis 1.800. Indeks pada perdagangan hari ini berpotensi kembali melemah ditunjukkan oleh perpotongan indikator stochastic. Kisaran perdagangan harian 1.782-1.805.
(ir/ir)











































