Bapepam Minta Klarifikasi Mundurnya Patalian

Bapepam Minta Klarifikasi Mundurnya Patalian

- detikFinance
Kamis, 29 Mar 2007 17:52 WIB
Jakarta - Bapepam-LK akan mengklarifikasi perihal mundurnya PT Patalian Water Securindo sebagai penjamin emisi (underwritter) IPO PT Perdana karya. "Kita belum mengetahui hal ini, tapi kalau memang benar ada pengunduran diri dari underwritter, berarti harus ada perubahan data-data, seperti mengenai keterbukaan dan juga prospektusnya, karena itu kita akan mengklarifikasi ini," jelas Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil, Bapepam-LK, Nurhaida di kantor Bapepam-LK, Jakarta, Kamis (29/3/2007). Namun Nurhaida membenarkan bahwa Ketua Bapepam telah mengeluarkan perintah 'hold' untuk proses Initial Public Offering (IPO) PT Perdana Karya. "Pernyataan di hold itu karena memang belum jelas mereka ganti atau tidak, kalau ganti kita harus lihat siapa penggantinya, apakah mereka mampu atau tidak, kalau tidak salah itu full comitment," ujarnya. Menurut Nurhaida, Bapepam belum akan mengeluarkan persetujuan pengefektifan IPO PT Perdana Karya hingga semua ketentuan terpenuhi termasuk penjelasan mengenai underwritter. Mengenai pengumpulan dana investor sebelum Perdana Karya mendapat pernyataan efektif IPO, Bapepam juga akan meminta klarifikasi. "Kita belum melihat apakah hal ini benar-benar terjadi, tapi akan kita klarifikasi," ujarnya. Sesuai dengan ketentuan Bapepam, seharusnya memang pengmpulan dana dilakukan oleh underwritter tapi setelah efektif dilakukan IPO. "Tapi kita belum dapat kepastian tentang hal ini, karena itu saya belum berani mengatakan apakah ada pelanggaran atau tidak," ujarnya. Menurut Nurhaidah, saat ini Bapepam masih dalam tahapan kelengkapan dokumen terkait proses IPO Perdana Karya. "Pokoknya sampai ada kejelasan mengenai penjamin emisi, kita juga melihat perjanjiannya seperti apa dengan penjamin yang baru nantinya, pokoknya sampai ada kejelasan mengenai penjamin emisi, kita juga melihat perjanjiannya seperti apa dengan penjamin emisi yang baru nantinya," imbuhnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads