Bapepam Belum Putuskan Nasib IPO Perdana Karya

Bapepam Belum Putuskan Nasib IPO Perdana Karya

- detikFinance
Selasa, 03 Apr 2007 12:02 WIB
Jakarta - Rencana penawaran saham perdana (IPO) PT Perdana Karya Perkasa Tbk masih belum jelas. Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) masih belum mau memberikan kejelasan terhadap rencana IPO perusahaan jasa konstruksi pertambangan di Kalimantan Timur itu. Pernyataan efektif pun masih akan ditahan. Bapepam masih akan memeriksa mundurnya penjamin emisi utamanya PT Patalian Water Securindo dari proses IPO."Jika underwiter diubah kita juga harus tahu penggantinya, bagaimana perjanjiannya dan seperti apa penjaminannya," kata Kepala Biro Penelitian Keuangan Perusahan Sektor Rill Bapepam, Nurhaida.Hal itu disampaikan Nurhaida disela acara seminar obligasi yang diselenggarakan Bursa Efek Surabaya (BES), di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/4/2007).Menurut Nurhaida, Bapepam baru mengetahui mundurnya underwriter Patalian dari media. "Belum ada pemberitahuan secara resmi dari Perdana Karya, karena itu kita sudah mengirim surat ke Perdana Karya untuk meminta klarifikasi dan mengundang pihak-pihak yang bersangkutan," tuturnya.Selain klarifikasi untuk kepastian underwriter, Bapepam juga minta Perdana Karya untuk melengkapi dokumen standar IPO."Minggu ini akan kita undang kok, diharapkan mereka datang untuk klarifikasi," katanya.Nurhaida menegaskan, jika underwiter diubah maka prospektus juga harus diubah dan ini akan memakan waktu lebih lama lagi.Seperti diketahui, PT Patalian Water Securindo akhirnya mengundurkan diri dari posisi penjamin emisi PT Perdana Karya Perkasa Tbk terkait dengan kisruh penawaran saham IPO emiten tersebut.Informasi yang beredar di pasar nasabah telah menyetorkan dana hingga ratusan miliar rupiah ke Patalian. Padahal masa penawaran belum resmi dibuka karena belum keluar pernyataan efektif dari Bapepam. Investor mulai panik karena sampai triwulan I-2007 saham Perdana Karya belum juga tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ).Pencatatan saham Perdana Karya Perkasa di BEJ tertunda sampai waktu yang belum ditentukan dari rencana semula 6 Februari.Masalah semakin kisruh ketika induk usaha Patalian yaitu PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) dilaporkan nasabahnya ke polisi atas penggelapan dana nasabah sebesar Rp 2 triliun. Pemegang saham mayoritas Patalian ternyata pemilik SPI. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads