BI Rate Tetap, IHSG Terjungkal
Kamis, 05 Apr 2007 16:23 WIB
Jakarta - Pasar saham langsung diwarnai aksi jual saham besar-besaran menjelang libur panjang akhir pekan ini. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan BI Rate 9 persen membuat pasar terkejut. Pasalnya, pelaku pasar dalam beberapa hari terakhir ini sudah mengantisipasi penurunan BI Rate menyusul rendahnya inflasi Maret 0,23 persen.Pada penutupan perdagangan saham Kamis (5/4/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok 26,440 poin (1,38%) ke level 1.895,611.Apalagi BI menilai, masih ada tekanan inflasi yang tinggi dalam beberapa waktu kedepan karena mulai meningkatnya belanja ekonomi dan swasta.Indeks LQ-45 turun 6,684 poin (1,61%) pada level 407,324 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,118 poin (1,24%) pada level 327,956.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 32.796 kali, dengan volume 2,250 miliar unit saham, senilai Rp 3,108 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 68 saham naik, 96 saham turun dan 62 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 13.500, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 350 menjadi Rp 13.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 10.250, Timah (TINS) turun Rp 200 menjadi Rp 12.750, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 10.100.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.340, Adhi Karya (ADHI) naik Rp 30 menjadi Rp 790 dan Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 7 menjadi 210.
(ir/qom)











































