PT PN III akan IPO November

PT PN III akan IPO November

- detikFinance
Jumat, 13 Apr 2007 19:00 WIB
Jakarta - BUMN PT Perkebunan Nusantara III (PT PN III) berencana untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada kuartal IV tahun ini. "Kami mengharapkan IPO dapat dilaksanakan pada bulan November 2007," ujar Direktur Utama perseroan Amri Siregar di sela-sela acara Forum Koordinasi BUMN, Jakarta Convention Center, Jumat (13/4/2007). Amri menambahkan, IPO PT PN III sudah diajukan ke kementerian negara BUMN. "Kita tinggal tunggu penyelesaian legal aspect-nya, karena dalam privatisasi segala aspek harus dilihat, baik itu legal aspek maupun segala acuan yang berlaku agar tidak ada kontra produktif," ujarnya. IPO ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan di tahun ini. PT PN III membutuhkan dana sebesar Rp 700 miliar di tahun 2007 untuk pengembangan usaha dari hulu ke hilir. "Juga untuk keperluan industri hilir yaitu untuk oil chemical, jadi nilai tambah akan lebih kita arahkan ke sana," ungkapnya. Rencananya, saham yang akan dilepas sebanyak 25 persen. "Aset kita kalau direvaluasi sebesar Rp 4 triliun, kalau kita butuh Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun berarti kita butuh 25 persennya, itu maksimum, termasuk juga untuk ESOP (Employement Stock Option Program)," ungkapnya. Selain itu, Amri juga mengatakan bahwa perseroan belum mendapatkan persetujuan formal dari pemerintah. "Secara informal sudah, Menteri BUMN sudah memberikan izin secara informal," ungkapnya. "Jadi kita mengharapkan tahun ini sudah terlaksana karena untuk perusahaan agro, situasi saat ini bagus karena harga komoditi lagi bagus, CPO bagus, karet juga bagus, jadi harga komoditi lagi baik," tambahnya. Untuk target kinerja 2007, Amri mengatakan bahwa target RKAP untuk laba bersih adalah sebesar Rp 535 miliar, naik dari 2006 yang berjumlah. "Untuk penjualan kami targetkan sebesar Rp 3,2 triliun, naik dari tahun 2005 yang sebesar Rp 2,6 triliun," imbuhnya. Untuk produksi CPO perseroan tahun 2007 ada kenaikkan menjadi 37 ribu hingga 38 ribu ton, dari tahun lalu yang sebesar 35 ribu ton. "Sementara untuk karet ada penambahan 1600 ton perbulan dari 5000 ton perbulannya," ujarnya. "Jadi dana IPO akan digunakan untuk ekstensifikasi perkebunan guna meningkatkan kapasitas produksi dan juga perluasan industri hilir, selain itu kita juga memerlukan dana Rp 100 miliar untuk membangun pelabuhan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara di 2008," papar dia. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads