Laba Bersih Medco Anjlok 49%
Rabu, 18 Apr 2007 18:49 WIB
Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk harus menderita kerugian yang besar setelah anak usahanya melepas 32 persen saham di Blok Brantas.Pada tahun 2006, Medco mencatat penurunan laba bersih hingga 49 persen menjadi US$ 38,2 juta, dari sebelumnya US$ 74,7 juta. Demikian disampaikan Direktur Keuangan perseroan D. Cyril Noerhadi dalam laporan kinerja perseroan 2006, di Graha Niaga, Jl. Jenderal Sudirman, (18/4/2007). "Hal ini disebabkan karena peningkatan beban usaha sebesar 88 persen menjadi US$ 381,9 juta dari US$ 203,2 juta di tahun 2005, akibat meningkatnya beban operasional dari biaya produksi dan lifting sebesar 42 persen, biaya-biaya eksplorasi 117 persen, serta biaya jasa pemboran sebesar 34 persen," jelasnya. Ia menambahkan, biaya terbesar yang mengakibatkan penurunan laba adalah kerugian yang dialami Medco E&P Brantas PSC sebesar US$ 61,7 juta. Medco Brantas telah menjual seluruh sahamnya di Blok Brantas kepada Grup Prakarsa senilai US$ 100. "Akibat penurunan nilai aset, provisi biaya cash call serta depresi aset tersebut akibat insiden lumpur Lapindo," jelasnya.Sementara pendapatan bersih naik 28 persen menjadi US$ 792,4 juta pada tahun 2006, dari pendapatan usaha tahun 2005 sebesar US$ 620,1 juta. "Ini disebabkan karena meningkatnya harga minyak rata-rata menjadi US$ 63,98 per barrel di 2006, dan juga meningkatnya harga rata-rata gas menjadi US$ 2,79 per mmbtu di 2006," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa jasa pemboran juga memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan, yakni sebesar US$ 148,1 juta di 2006 dibandingkan 2005 yang sebesar US$ 105 juta. "Jadi kontribusi terbesar bagi pendapatan bersih adalah dari penjualan minyak dan gas sebesar 69,5 persen, Jasa pemboran 20,6 persen, tenaga listrik 5,4 persen, serta Penjualan Metanol sebesar 4,5 persen," tambahnya. Di tahun 2007, perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 300 juta untuk belanja modal (capex). "Dananya mayoritas dari cash internal, capex akan digunakan untuk biaya operasional, eksplorasi dan pengembangan," jelasnya.
(dnl/qom)











































