Dolar AS Masuk Angin

Dolar AS Masuk Angin

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2007 08:44 WIB
Jakarta - Mata uang Paman Sam dolar AS masuk angin alias sakit terserang kuatnya mata uang utama dunia lainnya seperti poundsterling, euro dan yen. Dolar AS terguling karena pelaku pasar khawatir melihat perekonomian AS yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Di sisi lain perekonomian negara di luar AS terutama Eropa mulai mekar.Mata uang Inggris poundsterling untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir atau sejak Juni 1981 mencatat level tertinggi terhadap dolar AS di level 2,0133. Pelaku pasar juga mulai mengantisipasi rencana Bank Sentral Inggris (BOE) yang akan menaikkan suku bunga dari 5,25 persen menjadi 5,5 persen pada Mei mendatang. Mata uang euro setali tiga uang dengan poundsterling. Euro ada di posisi 1,3616 per dolar AS yang merupakan pencapaian tertinggi sejak 2004. Sementara posisi yen Jepang mantap di level 118,66 per dolar AS. "Pelemahan dolar adalah kombinasi dari melemahnya ekonomi AS dan di saat yang bersaman ekonomi Eropa mulai membaik," kata Analis Capital Economics, Jonathan Loynes seperti dikutip AFP, Kamis (19/4/2007).Dolar Australia (AUD) juga mengalami level tertinggi dalam 17 tahun terakhir di posisi 0,837 per dolar AS.Penguatan mata uang tersebut juga menular di kawasan Asia Tenggara seperti dolar Singapura, won Korsel, ringgit Malaysia dan rupiah. Namun pelaku pasar mengingatkan kemungkinan terjadinya profit taking.Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 08.32 WIB, Kamis (19/4/2007) ada di level 9.068 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.065-9.072 per dolar AS.Posisi rupiah pagi ini lebih kuat dibanding pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (18/4/2007) di level 9.074 per dolar AS.Meski rupiah berpotensi mencapai level di bawah 9.000 per dolar AS, seiring dengan melemahnya dolar AS dari mata uang dunia, namun pelaku pasar menilai kecil kemungkinan ke arah situ.Penyebabnya sikap BI yang tetap menjaga rupiah agar tidak menguat terlalu cepat demi mencegahnya penguapan mata uang lokal ini secara mendadak. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads