Cina Overheating, IHSG Ambruk

Cina Overheating, IHSG Ambruk

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2007 16:28 WIB
Jakarta - Pasar saham Asia termasuk Bursa Efek Jakarta (BEJ) babak belur dihantam sentimen tingginya pertumbuhan ekonomi Cina triwulan I-2007 yang dikhawatirkan bisa terjadi overheating.Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (19/4/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 41,324 poin (2,11%) pada level 1.918,353.Cina Kamis sore ini merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2007 yang mencapai 11,1 persen dibandingkan akhir triwulan IV-2006 yang sebesar 10,4 persen dan sepanjang tahun 2006 10,7 persen.Pertumbuhan yang terlalu tinggi ini sangat mencemaskan, karena pemerintah Cina sudah berupaya melambatkan pertumbuhan ekonominya tahun ini sebesar 8 persen agar tidak terlalu panas.Pasar memprediksi panasnya ekonomi Cina akan membuat Negeri Tirai Bambu melakukan kebijakan ketat perbankan dan mengurangi permintaan komoditas seperti baja.Pasar Asia hampir seluruhnya anjlok seperti Nikkei yang turun 301 poin ke level 17.365,92, Hang Seng Index turun 404 poin ke level 20.372 dan STI Singapura turun 66,1 poin ke level 3.334,31.Akibat anjloknya pasar saham Asia ini, investor di BEJ pun tertular untuk melepas saham-saham unggulannya.Indeks LQ-45 turun 10,125 poin (2,41%) pada level 410,598 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,510 poin (2,51%) pada level 330,429.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 47.169 kali, dengan volume 3,406 miliar unit saham, senilai Rp 4,335 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 47 saham naik, 139 saham turun dan 41 saham stagnan.Saham-saham yang jeblok harganya top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 1.250 menjadi Rp 13.050, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 900 menjadi Rp 14.250, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 13.800, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 10.000 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.925.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Agis (TMPI) naik Rp 40 menjadi Rp 1.100, Central Proteinaprima (CPRO) naik Rp 5 menjadi Rp 230 dan Mitra Investindo (MITI) naik Rp 5 menjadi Rp 129. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads