Penjamin Emisi BNI Harus Bisa Beri Untung Besar
Jumat, 20 Apr 2007 14:34 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN hingga kini belum tuntas melakukan pemilihan penjamin emisi efek (underwriter) divestasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).Penjamin emisi efek yang akan dipilih untuk proses secondary offering dan rights issue BNI harus mampu memberikan kuntungan besar.Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, di sela-sela acara seminar berjudul 'Resiko Hukum dan Bisnis Dalam Investasi BUMN dan BUMD Implikasi penerbitan PP 33 Tahun 2006 Tentang Piutang Negara di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (20/4/2007)."Kita sedang mengevaluasi hal ini, untuk target dana yang dihasilkan nantinya itu masih rahasia, sebab kalau tidak semuanya nanti akan meminta yang minimal," ujarnya.Pemerintah dikabarkan akan memakai dua penjamin emisi lama BNI yaitu JP Morgan dan Bahana Sekuritas. Namun Didu belum mau menyebutkan siapa penjamin emisi satu lagi.Mengenai pelaksanaannya privatisasi BNI sendiri, Didu mengatakan bahwa itu sangat tergantung dengan investor dan juga ketersediaan uang dipasar."Pokoknya untuk waktunya kita tidak akan melepas privatisasi 3 BUMN (BNI, Wijaya Karya dan Jasa Marga) secara bersamaan," ujarnya.BNI akan melakukan divestasi saham 30 persen yang diharapkan bisa dilakukan pada semester II tahun ini.
(dnl/ir)











































