IHSG Rawan Tertular Merahnya Wall Street
Selasa, 24 Apr 2007 08:10 WIB
Jakarta - Bursa Wall Street yang terkoreksi setelah mencapai rekor tertingginya memberikan sinyal investor internasional memilih konsolidasi dulu.Pada perdagangan saham Selasa (24/4/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diprediksi rawan tertular merahnya Wall Steet.Selain faktor bursa global dan regional, investor kini tengah asyik memelototi laporan keuangan emiten triwulan I-2007 yang mulai keluar.Namun tingginya harga sejumlah saham unggulan diprediksi belum akan membawa IHSG ke level 2.000 pada hari ini. Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (23/4/2007),IHSG naik 17,996 poin (0,91%) pada posisi baru 1.986,727.BNI SecuritiesIHSG menguat dengan gap dan bertahan diatas extensi 161,8 persen dari gelombang 4-12 Januari 2007 di 1.977. Ditengah optimisme karena kenaikan rating beberapa emiten akibat kinerja triwulan I-2007, serta beberapa aksi korporasi seperti rencana M&A dan pembagian dividen, maka potensi kenaikan bisa dekati 2.014. Koreksi, jika terjadi di bawah 1.977 akan membawa indeks jadi sideways.
(ir/ir)











































