SUN Ditransaksikan Terbuka di BES 1 Mei

SUN Ditransaksikan Terbuka di BES 1 Mei

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2007 15:58 WIB
Jakarta - Bursa Efek Surabaya (BES) akan mulai memperdagangkan Surat Utang Negara (SUN) melalui bursa (on the counter) 1 Mei mendatang. Fasilitasi perdagangan secara on the counter, seperti halnya perdagangan saham, dimaksudkan untuk lebih mengefisienkan transaksi. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BES Bastian Purnama di sela-sela acara sosialisasi transaksi SUN melalui BES kepada para perusahaan efek anggota bursa, di Plaza Bapindo, Jakarta (24/4/2007)."Target kita pada 1 Mei sudah mulai bisa ditransaksikan di BES pada 1 Mei sudah dapat dilakukan, dan mudah-mudahan Bu Menteri (keuangan) yang akan meresmikannya," ujarnya.Selama ini baru Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang diperdagangkan secara on the counter. Sedangkan transaksi SUN dilakukan di luar bursa (over the counter). Pelaku transaksi SUN hanya diwajibkan untuk melaporkan ke BES jika transaksi sudah dilakukan. Karena dilakukan di luar sistem maka biaya yang dikeluarkan cenderung lebih besar."Transaksi di bursa akan terjadi lebih efisien dalam masalah settlement-nya, jadi terjadi efisiensi funding cost," jelasnya.Bastian mengatakan untuk sementara transaksi SUN di bursa ini baru bisa dilakukan oleh perusahaan efek anggota bursa. Tapi kedepannya perbankan selaku pemain terbesar SUN akan turut bisa bertransaksi di BES."Bapepam sedang menggodok aturan agar perbankan sebagai pelaku terbesar dapat juga bertransaksi di bursa, tapi untuk sementara ini kita lakukan sosialisasi kepada anggota bursa terlebih dahulu karena ini kan fasilitas untuk mereka dengan peraturan yang sudah ada sekarang," ujarnya.Bastian mengatakan bahwa sistem untuk transaksi SUN di BES sudah cukup siap. Sistem tersebut juga akan tersambung dengan sistem KPEI dan KSEI serta BI. Untuk KPEI, Bastian mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) sudah memberikan fasilitas kepada KPEI untuk sistem kliring transaksi SUN ini. "Pemerintah sebagai issuer SUN sudah meminta BI untuk memberikan fasilitas kepada KPEI dan KSEI untuk transaksi SUN ini, tinggal yang kita kejar sekarang adalah supaya likuiditas yang ada sekarang ini lebih transparan, karena sekarang kurang transparan masih ada jeda 1 jam," jelasnya. (dnl/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads