Pasokan Gas ke Jawa Barat Turun
Rabu, 25 Apr 2007 16:56 WIB
Jakarta - Pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk wilayah Jawa bagian Barat mengalami penurunan. Dampak dari penurunan pasokan tersebut dikhawatirkan akan menekan industri di Jawa Barat. Menurut Sekretaris Perusahaan PGN Widyatmiko Bapang penurunan volume gas tersebut disebabkan oleh adanya penurunan pasokan gas dari Pertamina EP JBB yang merupakan salah satu pemasok gas PGN."Sesuai dengan kontrak yang berlaku sampai tahun 2011, volume gas yang semestinya dipasok oleh Pertamina EP JBB adalah sebesar 98 MMSCFD (juta kaki kubik per hari), namun sejak akhir tahun 2005 sampai dengan Maret 2007 PGN hanya menerima rata-rata 85 MMSCFD," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (25/4/2007)Widyatmiko menambahkan untuk sementara ini Pertamina memang mengubah pengaturan kuota gas untuk PGN, menjadi sekitar 60 MMSCFD, dengan alasan keperluan operasional. Volume gas sekitar 60 MMSCFD tersebut tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan PGN yang sudah mencapai lebih dari 51 ribu pelanggan yang terdiri dari pelanggan industri, komersial dan rumah tangga.Menurutnya jenis industri yang dapat terpengaruh penurunan pasokan ini adalah industri yang sangat bergantung pada gas bumi seperti industri keramik, baja, tekstil, sarung tangan karet dan industri lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Widyatmiko menjelaskan bahwa saat ini PGN sedang melakukan upaya bersama dengan Pertamina untuk dapat mengembalikan pasokan gas menjadi minimal 85 MMSCFD."Sehingga volume gas yang dapat didistribusikan ke pelanggan di Jawa bagian Barat dapat dikembalikan seperti kondisi sebelumnya," kata Widyatmiko.
(ard/ir)











































