Rupiah Tak Tergoda Deflasi
Selasa, 01 Mei 2007 17:49 WIB
Jakarta - Catatan deflasi 0,16 persen pada April tak banyak berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah. Mata uang ini tetap bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat tipis.Pada perdagangan Selasa (1/5/2007) pukul 17.00 WIB, rupiah berada di level 9.075 per dolar AS, atau menguat dibandingkan penutupan kemarin di level 9.082 per dolar AS. Pengumuman deflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut sudah diantisipasi oleh para investor. Kendati angkanya meleset dari perkiraan semula, namun deflasi 0,16 persen itu dianggap masih bisa diterima.Pergerakan rupiah yang relatif sepi ini juga terpengaruh oleh liburnya mayoritas pasar finansial Asia menyambut hari buruh sedunia alias may day. Hanya pasar finansial Indonesia dan Tokyo yang hari ini tetap normal bertransaksi.Ditengah sepinya transaksi, dolar masih tetap mengalami tekanan menyusul rendahnya angka inflasi AS. Hal ini menimbulkan spekulasi akan dipangkasnya suku bunga AS oleh Federal Reserve.Di Tokyo, dolar bertahan di level 119,59 yen, dari posisi sebelumnya di 119,41 yen. Sementara euro menguat ke level 1,3653 dolar, dari sebelumnya di level 1,3649 dolar."Dolar masih dalam tekanan oleh mata yang lainnya karena data inflasi yang lemah dan memberi petunjuk bahwa The Fed akan memangkas lagi suku bunganya paling tidak sekali dalam tahun ini," ujar analis valas dari Hachijuni Bank, Yoshifumi Suzuki seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































