BEJ Kaji Pindah Gedung, Bapepam Bilang Tidak Harus

BEJ Kaji Pindah Gedung, Bapepam Bilang Tidak Harus

- detikFinance
Rabu, 02 Mei 2007 11:34 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) tengah mengkaji rencana pindah gedung usai merger dengan Bursa Efek Surabaya (BES) nanti. Namun Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menilai pindah gedung tidak harus dilakukan."Itu sedang ada yang mengkaji hal itu (pindah gedung), tapi kita belum mau kasih pendapat dulu sebab nanti saya tidak enak pada teman-teman," kata Ketua Bapepam Fuad Rahmany, di Kantor Bapepam, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (2/5/2007).Fuad juga mengaku pindah gedung tersebut bukan hal yang mendesak. "Saya kira tidak harus, jadi kita pertimbangkanlah dari segala macam sisi," ujarnya.Sejauh ini pihak BEJ masih tutup mulut soal kepindahan gedung tersebut dari Gedung BEJ saat ini yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. BEJ diketahui tengah mengkaji berbagai opsi untuk efisiensi. Sebelumnya, pihak BEJ mengatakan sewa gedung saat ini mencapai Rp 18 miliar per tahun.Fuad menilai rencana pindah gedung tersebut harus dilihat dari berbagai sisi. "Ya kita pertimbangkanlah dari berbagai sisi. Sekarang kan masalah uang apakah ada. Hal ini kan sedang kita lihat. Lalu apa sudah waktunya untuk pindah kantor. Jadi kalau kita cuma lihat kemampuan keuangan dan prinsipnya, jangan maksa dulu lah," papar Fuad. Ketika ditanya bagaimana jika pindah gedung itu menguntungkan, Fuad menjawab, "Kalau memang ada efisiensi oke saja, tapi kita lihat betul benefit dan cost-nya atau manfaat dan biaya itu harus kita lihat".BEJ dikabarkan tengah mengincar gedung di wilayah Kuningan dan telah menunjuk penasehat propertinya. Fuad juga menegaskan proses merger BEJ dan BES sangat penting untuk kedua belah pihak namun jangan sampai ada yang dirugikan. "Supaya ada proses yang fair ini maka kita percayakan pada pihak independen yang netral benar. Proses ini diserahkan kepada konsultan untuk membahas tentang struktur organisasi, finansialnya dan masalah hukum dan personolia," tutur Fuad. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads