IHSG Berkilau di Rekor Baru
Senin, 07 Mei 2007 16:25 WIB
Jakarta - Pasar saham makin berkilau di singgasana tertingginya. Meski sempat terkena profit taking indeks saham terus maju.Pengumuman reshuffle kabinet pun tidak berdampak ke lantai bursa. Kenaikan indeks saham murni karena pergerakan pasar yang mengantisipasi penurunan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Selasa besok (8/5/2007).Pada penutupan perdagangan Senin (7/5/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 3,673 poin (0,18%) pada level baru 2.037,041.Pasar rupanya sudah kebal terhadap kabar reshuffle sehingga tidak terlalu merespons pengumuman kabinet tersebut. Penyebabnya karena tim ekonomi yang tidak diutak-atik sehingga investor tidak cemas. Pergantian Menneg BUMN Sugiharto pun dinilai biasa saja.Namun pelaku pasar mulai berhati-hati karena kenaikan indeks ini sudah cukup tinggi dan rawan akan aksi ambil untung. Indeks LQ-45 naik 0,044 poin (0,01%) pada level 431,170 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,125 poin (0,32%) pada level 348,005.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 53.266 kali, dengan volume 4,9 miliar unit saham, senilai Rp 4,139 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 91 saham naik, 86 saham turun dan 56 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 1.100 menjadi Rp 63.950, Astra Graphia (ASGR) naik Rp 250 menjadi Rp 880, Astra Internasional (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 15.850, Agis (TMPI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.560, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 3.150. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top looser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 300 menjadi Rp 13.200, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 10.200, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 75 menjadi Rp 4.225.
(ir/ir)











































