Penjamin Emisi Divestasi 3 BUMN Terus Diproses

Penjamin Emisi Divestasi 3 BUMN Terus Diproses

- detikFinance
Selasa, 08 Mei 2007 16:06 WIB
Jakarta - Keputusan penunjukkan penjamin emisi untuk privatisasi 3 BUMN di tahun ini yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Marga masih akan terus berjalan dan akan dialihkan kepada Menteri Negara BUMN yang baru. Menurut mantan Menteri Negara BUMN Sugiharto, proses bisnis dan juga proses birokrasi dari proses privatisasi tersebut akan diserahkan kepada Sofyan Djalil sebagai Menteri Negara BUMN yang baru. "Jadi sangat etislah kalau saya minta penerus saya ini menunjuk underwriter (penjamin pelaksana emisi), karena minggu lalu saya sudah meminta supaya mendalami proses penunjukan underwriter itu," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jl. Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (8/5/2007).Dia juga menjelaskan bahwa untuk privatisasi BNI sudah mendapatkan persetujuan tertulis lebih dahulu dari DPR sebelum masa reses. "Sementara untuk Wika dan Jasa Marga juga sudah didapatkan persetujuan tertulis dari DPR di masa awal setelah reses ini," jelasnya. Selain itu, dia juga menjelaskan kenapa proses penunjukkan penunjukan penjamin emisi ini sangat lambat. "Saya tidak ingin penunjukan itu cacat hukum, saya sudah konsultasikan masalah ini dengan Kepala Bapepam," ujarnya. Dia mengatakan bahwa untuk kelambatan penunjukan underwriter BNI adalah karena dirinya tidak ingin begitu saja meratifikasi keputusan underwriter yang prosesnya dilakukan 3 tahun yang lalu sebelum masa jabatannya. Karena itu Sugiharto mengaku, tidak ingin langsung menunjuk underwriter yang lama yaitu JP Morgan dan Bahana Sekuritas. "Saya ingin memastikan bahwa kondisi obyektif pada saat saya meng-approve, itu paling kurang sama dengan kondisi obyektif saat itu, kalau saya membuat keputusan yang diambil oleh pendahulu saya kan saya harus ratifikasi sekarang, ya sekarang harus sesuai dengan timing, sizing sekarang," ujarnya. Sementara untuk Jasa Marga, dia mengatakan bahwa akan sangat hati-hati dalam proses penunjukan underwriter untuk privatisasinya. "Jasa Marga suratnya baru keluar minggu ini, sampai ke saya baru awal Mei ini (surat persetujuan DPR), kemudian muncul isu reshuffle, kalau Jasa Marga, saya katakan dalam setiap privatisasi, my goal adalah deposits the higher the possible, karena dilusi efek terhadap pemerintah lebih kecil," paparnya. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads