Obligasi SCTV Tawarkan Bunga 10,5-11 Persen
Kamis, 10 Mei 2007 13:28 WIB
Jakarta - PT Surya Citra Televisi (SCTV) menawarkan tingkat bunga obligasi kedua senilai Rp 525 miliar di kisaran 10,5-11 persen. Obligasi ini berjangka waktu 5 tahun. Dana obligasi sebesar 81 persen akan digunakan untuk refinancing pelunasan utang obligasi pertama tahun 2003. Utang obligasi tersebut akan jatuh tempo Juni 2008. Sisanya sebesar 19 persen untuk modal kerja dan pengembangan usaha.Obligasi ini mendapat peringkat A dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 27 Juni 2007.Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Batavia Prosperindo Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Niaga Tbk.Demikian penjelasan Dirut SCTV Fofo Sariaatmadja dalam paparan publik di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (10/5/2007).Masa penawaran awal 10-28 Mei 2007 dengan pernyataan efektif dari Bapepam diharapkan keluar 15 Juni 2007.SCTV yang ada dibawah perusahaan PT Surya Citra Media Tbk, mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Abhitama Mediatama 78,69 persen, The Northern Trust Company 7,9 persen dan publik 13,41 persen. Tahun ini SCTV menganggarkan capex Rp 100 miliar. Belanja modal ini adalah yang terbesar selama ini karena pada tahun 2007 SCTV berencana pindah gedung ke Senayan City secara bertahap mulai Oktober, November dan Desember 2007.Selain itu SCTV juga akan mengganti peralatan siarannya yang sudah berumur untuk menjaga kualitas.Dengan pindah gedung ke Senayan City, SCTV berharap bisa melakukan sinergi untuk program inhouse.Dirut SCTV Fofo Sariaatmadja mengatakan turunnya margin laba bersih perseroan sejak tahun 2002 hingga 2006 bukan karena kinerja yang buruk. Tapi lebih karena ketatnya persaingan industri televisi yang semakin banyak pemainnya.Fofo mengatakan, meski margin laba bersih turun namun jumlah laba bersih terus meningkat. Tahun ini SCTV menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25-30 persen dari laba tahun 2006 sebesar Rp 120,287 miliar. Sedangkan pendapatan naik 30-40 persen dari tahun 2006 yang sebesar Rp 1,193 triliun.
(ir/qom)











































