BBJ Inginkan Transaksi Riil Kontrak Kakao 2007

BBJ Inginkan Transaksi Riil Kontrak Kakao 2007

- detikFinance
Selasa, 15 Mei 2007 14:14 WIB
Jakarta - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menargetkan tahun ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk transaksi riil kontrak berjangka kakao. BBJ saat baru melakukan simulasi untuk kontrak berjangka kakao. Sistem program simulasi kontrak berjangka kakao ini dibuat oleh PT Jafam Multicorpora dengan PT Asia Kapitalindo sebagai market maker.Simulasi tahap I kontrak berjangka kakao sudah dimulai sejak 2 April 2007 dan berakhir pada 14 Mei 2007 yang diikuti 235 peserta dan melibatkan 22 perusahaan pialang.Demikian diungkapkan oleh Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam jumpa pers simulasi tahap I kontrak berjangka kakao, di Kantor BBJ, Gedung Annex, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/5/2007).Untuk bisa mentransaksikan secara riil kontrak berjangka kakao ini, menurut Hasan, BBJ sedang menyempurnakan spesifikasi kontrak berjangka kakao yang nantinya akan diajukan kembali ke Bappebti.Menurut Hasan, selama ini kalangan pelaku pasar kakao nasional terus mendesak adanya perdagangan riil kontrak berjangka kakao untuk melindungi nilai.Sebenarnya ungkap Hasan, sejak April 2006 kontrak riil berjangka kakao ini sudah disetujui Bappebti. Namun dengan adanya perkembangan pasar Bappebti minta peraturannya disempurnakan."Saya berharap tahun ini terealisasi. Untuk spesifikasi kontrak delivery point berada di Makassar dan Lampung. Kita sedang mencari gudang yang mau kerja sama," kata Hassan Untuk menguji kualitas kakao, BBJ sudah minta Sucofindo. Sementara untuk sisi kualitas kakao harus memenuhi kualitas 3 B kakao dan fermentasi."Kita hanya menciptakan pasar sendiri dengan denominasinya rupiah jadi tidak tergantung New York Board of Trade. Kita juga sedang mencari siapa yang akan menyediakan panel harga agar harga di bursa wajar," jelas Hasan.Ke depan, BBJ juga akan mengadakan simulasi untuk kontrak emas, olein dan batubara. Selama ini pendapatan BBJ lebih banyak dari transaksi berjangka keuangan, sedangkan transaksi komoditasnya kurang dari 10 persen dari seluruh transaksi. Selama simulasi I kontrak berjangka kakao, tercatat volume transaksi mencapai 579.023 lot dengan rata-rata volume harian mencapai 19.300 lot per hari. Adapun perolehan profit (virtual) tertinggi Rp 7.101.510, dan jumlah peserta yang berhak mendapatkan pengembalian uang pendaftaran adalah 89 peserta. Hal ini sesuai ketentuan yakni peserta yang berhasil membukukan kuntungan atau saldo akhir di atas modal (virtual) awal Rp 200 juta maka berhak mendapat pengembalian uang pendaftaran. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads