First Durango Singapore akan Lepas Saham Lonsum

- detikFinance
Kamis, 24 Mei 2007 16:48 WIB
Jakarta - Pemegang saham mayoritas PT PP London Sumatra Indonesia (Lonsum), First Durango Singapore Pte.Ltd akan melepas sahamnya di perusahaan perkebunan itu.Untuk aksi korporasi tersebut, First Durango Singapore telah mengirim surat ke direksi Lonsum agar memberitahukan kepada otoritas pasar modal untuk melakukan penghentian sementara saham Lonsum yang berkode LSIP itu."Dikarenakan saat ini First Durango Singapore, sebagai pemegang saham mayoritas Lonsum, sedang melakukan pembicaraan dengan pihak lain mengenai pengambilalihan mayoritas saham perseroan," kata Head of Corporate Communications Lonsum, Duddy Pramudyanto dalam siaran pers, Kamis (24/5/2007).Manajemen Lonsum mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih detil berkaitan proses bisnis ini, hingga adanya keputusan final oleh pemegang saham.Saham Lonsum telah disuspensi oleh otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak sesi satu perdagangan hari ini. Suspensi Lonsum bersamaan dengan suspensi saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Indofood juga mengajukan alasan sama dengan Lonsum yang meminta dihentikan sementara perdagangan sahamnya.Masing-masing emiten mengaku sedang melakukan negosiasi untuk rencana pengambilalihan mayoritas sahamnya oleh suatu perusahaan terbuka melalui anak usahanya.Sebelum dilakukan suspensi saham Indofood ada di level 1.690 per saham dan Lonsum di harga Rp 6.400 per saham. Dihubungi secara terpisah Manager Divisi Corporate Secretary Indofood, Intan Fauzi mengaku saat ini Indofood sedang melakukan aksi korporasi dan masih dalam tahap negosiasi.Intan berjanji pihaknya akan memberikan keterangan kepada publik dalam waktu dua hari.Ketika ditanya apakah aksi korporasi itu dengan Lonsum, Intan menjawab, "Kami belum bisa menyebutkan dengan siapa perusahaannya".Sementara Direktur Pencatatan BEJ, Eddy Sugito memberikan sinyal keduanya memang melakukan aksi korporasi terkait."Kalau keduanya minta disuspensi secara sukarela kemungkinan melibatkan keduanya," ujar Eddy ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (24/5/2007).Eddy mengaku, BEJ belum diberikan informasi detil soal transaksi dua emiten ini. Yang jelas lanjut Eddy, BEJ menghormati permintaan suspensi sukarela itu dengan tujuan tidak terjadi gejolak harga karena dikhawatirkan ada pihak-pihak yang tahu lebih dulu.Menurut Eddy, suspensi dilakukan sampai ada informasi yang lebih jelas dan detail mengenai transaksinya.

(ir/qom)