Spekulan Tidak Akan Hancurkan Pasar Saham Cina
Senin, 28 Mei 2007 10:02 WIB
Jakarta - Kekhawatiran pecahnya bubble di bursa saham Cina diragukan para pengamat pasar. Spekulan diyakini tidak akan menghancurkan pasar saham tersebut selama masih memberikan keuntungan. Bursa saham Cina mengalami bubble atau terus membesar karena derasnya capital inflow. Gelembung di pasar saham negeri tirai bambu itu juga telah membuat mantan gubernur bank sentral AS Alan Greenspan ikut khawatir dan mengingatkan semua kalangan untuk waspada."Spekulan itu tidak akan bikin kacau untuk bikin bubble itu pecah. Karena nanti mereka akan kehilangan tempat investasi," ujar pengamat pasar valas Farial Anwar, ketika dihubungi detikFinance via telepon, Jakarta, Senin (28/5/2007).Ditambahkan Farial, meski ada permainan spekulan yang akan mengguncang pasar saham Cina. Namun hal tersebut tidak akan memberikan efek yang besar bagi Cina, karena Cina memiliki fundamental yang cukup kuat, ditambah lagi cadangan devisa Cina yang sangat besar.Dijelaskan Farial, perilaku spekulan tersebut juga diterapkan di semua pasar, tidak hanya di pasar Cina yang sedang bubble. Artiya, investor akan tetap menanamkan dananya selama masih menguntungkan."Memang buble terjadi di semua pasar, termasuk Indonesia, jika menurut mereka masih memberikan profit, mereka akan investasi terus," urai Farial.Farial memaparkan, bubble yang terjadi memang perlu diwaspadai karena peningkatan pasar saham tersebut tidak didasarkan atas menguatnya fundamental ekonomi."Itu tidak ada fundamentalnya hanya sentimen pasar, kalau ada aksi ambil untung di suatu region akan ada efek dominonya ke bursa yang lain," katanya.
(hdi/ir)











































