PLN Jajaki Penerbitan Sukuk di Timur Tengah
Senin, 28 Mei 2007 13:53 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menjajaki penerbitan obligasi syariah (sukuk) Al-ijarah di pasar Timur Tengah.PLN melihat peluang pasar sukuk di wilayah Timur Tengah sangat potensial, sehingga bisa dimanfaatkan perusahaan setrum ini untuk mencari dana modal kerja."Kalau dilihat pasar yang besar kan al-ijarah. Kita sudah pernah tinjau (tahun lalu), tapi begitu menghadap dirjen pajak kita balik kanan. Kita akan jajaki lagi karena untuk saat ini dengan UU Perpajakan sekarang tidak mungkin," kata Direktur Keuangan PLN, Parno Isworo.Hal itu diungkapkan Parno usai acara paparan publik obligasi PLN ke-IX Rp 2,7 triliun dan obligasi syariah kedua senilai Rp 300 miliar, di Kantor PLN pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (28/5/2007).Parno menjelaskan, oblgasi syariah terdiri dari dua jenis yakni al-ijarah dan al-mudharabah. Namun dibanding al-ijarah yang pasarnya ramai, jenis sukuk al-mudharabah justru pasarnya sangat tipis di Timur Tengah.Mengenai kemungkinan penjualan obligasi PLN kali ini untuk pasar ritel, Orias P Moedak dari Danareksa Sekuritas-- yang bertindak sebagai penjamin emisi--, mengatakan porsi ritel sangat kecil."Kita mendukung pemerintah untuk menggalakkan ritel, hal ini juga merupakan permintaan BES (Bursa Efek Surabaya) untuk mengusahakan ritel. Tapi biasanya ritel itu sangat kecil. Dari Rp 3 triliun paling Rp 1 miliar tapi kita buka seluas-luasnya untuk ritel," urai Orias.
(ir/qom)











































