Telkom Dibayangi Rugi Kurs
Selasa, 29 Mei 2007 15:19 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah hingga 8.700 per dolar AS telah membuat PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dibayangi rugi kurs untuk tahun 2007.Pasalnya Telkom tahun ini telah mematok kisaran rupiah di level 9.300 per dolar AS. Sementara dari seluruh total utang Telkom sebesar 48 persen masih berupa utang asing. "Pertumbuhan laba 2007 tidak setinggi 2006 karena pendapatan bunga dandipastikan akan mengalami rugi kurs," ujar Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno dalam Indonesia Investor Forum II di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (29/5/2007). Dengan adanya rugi kurs ini, Sudiro melihat pertumbuhan laba bersih tahun ini tidak akan setinggi 2006. Pada tahun 2006 Telkom mencatat laba bersih Rp 11,005 triliun. Laba bersih 2006 ini tumbuh 37,6 persen dibandingkan tahun 2005 yang sebesar Rp 7,993 triliun Sudiro mengatakan Telkom telah berusaha mengurangi porsi utang dalam matauang asing untuk mengurangi dampak selisih kurs. Sampai akhir tahun 2006, porsi utang berdenominasi asing Telkom masih tersisa sekitar 48 persen dari total utang."Tahun ini tidak akan ada pengurangan utang asing karena porsinya sudahcukup dan kreditor juga tidak mau pembayarannya dipercepat," ujarnya.Dikatakannya juga sampai triwulan I-2007, Telkom mengalami penurunan lababersih sebesar 12 persen menjadi Rp 3 triliun dibanding periode yang samatahun sebelumnya Rp 3,6 triliun.Kondisi tersebut diakibatkan oleh adanya rugi kurs sebesar Rp 86 miliardibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang membukukan laba Rp 773miliar."Pendapatan di triwulan I-2007 juga tidak optimal karena adanya banjiryang mengurangi pendapatan," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah juga mengatakan kemungkinan Telkom akan membagikan dividen untuk tahun buku 2006 sebesar 50-60 persen dari laba bersih.
(ard/ir)











































