Semen Gresik Berharap Bisa Perluas Pabrik Tahun 2008
Selasa, 29 Mei 2007 15:36 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk berharap sudah ada keputusan untuk memperluas pabriknya pada tahun ini. Dengan demikian pembangunannya bisa segera dilakukan pada tahun 2008. Perluasan itu penting untuk meningkatkan kemampuan produksi Semen Gresik.Hal tersebut disampaikan Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto di sela-sela acara 'Indonesia Investor Forum 2', di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (29/5/2007). "(perluasan pabrik) akan dibicarakan dalam RUPS nanti, karena sekarang utilisasi perusahaan hanya 96 persen, sedangkan pasar tumbuh terus dan kita harus mamperluas kegiatan. Ini waktunya kita harus memutuskan, sehingga tahun depan secara fisik kita dapat jalan untuk perluasan ini," paparnya. Untuk belanja modal perluasan dan pembangunan pabrik, menurut Dwi, dibutuhkan dana sekitar US$ 110 hingga 130 per ton. "Jadi nanti ini tergantung penambahan kapasitas yang diinginkan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kita, kajiannya akan kita lakukan dan finalisasinya dalam minggu-minggu ini," jelasnya. Untuk dana membangun pabrik ini, Dwi mengatakan, sekitar 40 persen akan berasal dari equity dan 60-70 persennya berasal dari utang. "Utang tersebut akan mixed antara obligasi dengan pinjaman dari bank, untuk persentasenya kita sedang konsultasi dengan konsultan kita," ujarnya. Dwi menjelaskan, Semen Gresik membutuhkan 2 pabrik baru untuk peningkatan kapasitas dan fleksibel jumlahnya sesuai dengan supply dan demand. "Ini akan disesuaikan dengan growth kita. Tapi jika growth tidak sebagus yang kita perkirakan, maka kita hanya akan bangun 1 pabrik. Yang penting jangan sampai over supply di pasar dalam negeri terlalu besar, karena ini berpengaruh kepada kinerja kita," ujarnya. Dia memberikan gambaran bahwa pasar dalam negeri saat ini 32 juta ton dan diharapkan akhir tahun akan meningkat menjadi 33 juta ton. "Sedangkan kapasitas produksi dalam negeri adalah 47 juta ton," tambahnya. Semen Gresik bertekad untuk meningkatkan kapasitas produksinya dari saat ini 16,92 juta ton, menjadi 17,1 juta ton pada tahun 2007.
(dnl/qom)











































