Stock Split Antam Disetujui
Rabu, 30 Mei 2007 15:11 WIB
Jakarta - Pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) perusahaan tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).Rasio stock split sebesar 1:5, sehingga jumlah saham perseroan akan meningkat dari 7,6 miliar saham menjadi 38 miliar saham. Nilai nominal berubah dari Rp 500 menjadi Rp 100."Stock split ini untuk meningkatkan likuiditas saham Antam di bursa karena jumlahnya akan meningkat," kata Presdir Antam D Aditya Sumanegara, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Stock split ini akan dilakukan dalam dua bulan mendatang karena perseroan harus mengurus proses ke Departemen Hukum dan Kehakiman serta Bursa Efek Jakarta (BEJ).Alasan lain stock split ini untuk penyebaran kepemilikan saham sehingga harga saham Antam nantinya terjangkau bagi pemodal kecil serta untuk meningkatkan kapitalisasi pasar.Saham Antam mencapai level tertinggi pada April 2007 di posisi Rp 15.850 per saham. RUPS juga menyetujui penggantian komisaris independen Yap Tjay Soen karena jabatan ganda sebagai komisaris di Bank Mandiri.DividenSementara Direktur Keuangan Antam, Kurniadi Atmosasmito mengatakan, tingginya permintaan dividen dari pemerintah yang mencapai 40 persen dapat mengganggu rencana akuisisi tambang emas yang akan dilakukan perseroan.Antam sebelumnya mengusulkan dividen sebesar 30 persen dengan pertimbangan perseroan masih memerlukan dana untuk melunasi utang dan investasi proyek-proyeknya."Dengan permintaan dividen 40 persen proyek-proyek memang tidak terganggu saya sudah hitung itu bisa memakai dana internal. Tapi kalau untuk akuisisi tambang tahun ini terganggu sehingga membutuhkan dana dari eksternal," papar Kurniadi. Antam membagikan dividen tahun buku 2006 sebesar Rp 325,58 per saham atau total Rp 621,11 miliar.Jumlah dividen ini merupakan 40 persen dari perolehan laba bersih tahun 2006 yang sebesar Rp 1,552 triliun.Saat ini Antam tengah mengincar beberapa tambang emas diantaranya Newmont Nusa Tenggara. Hal ini karena persediaan tambang emas Antam diperkirakan hanya memiliki stok 7 tahun lagi."Tapi Antam menginginkan ikut dalam operasional tidak hanya sebagai pemegang saham dan hanya menerima dividen. Seperti Newmont, kita kalau cuma 3 persen kan tidak bisa ikut dalam operasional," urai Kurniadi.Menurut Kurniadi, dalam akuisisi tambang emas Antam menginginkan ikut terlibat dalam operasional sehingga ingin porsi saham yan lebih besar."Kalau cuma 3 persen paling cuma jadi pemegang saham saja. Kalau untuk operasional di tambang emas setidaknya 20 persen," kata Kurniadi.Newmont sendiri menegaskan hanya akan melepas 3 persen saham kepada perusahaan BUMN atau pemda NTT.
(ir/qom)











































