IHSG Ketularan Bursa Cina
Rabu, 30 Mei 2007 16:19 WIB
Jakarta - Pasar saham regional termasuk Indonesia terseret jatuhnya bursa saham Cina. Hampir semua bursa Asia merah kecuali di Korea Selatan.Bursa saham Cina anjlok setelah pemerintah negeri itu mengumumkan rencana kenaikan pajak materai surat berharga hingga 3 kali lipat. Turunnya bursa Cina langsung menular ke bursa regional. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (30/5/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,340 poin (0,16%) ke level 2.055,396.IHSG yang sempat anjlok hingga 15 poin tertahan kejatuhannya karena ditolong naiknya saham Telkom. Sementara Bursa Shanghai turun 6,5 persen. Bank Dunia juga telah memperingatkan munculnya risiko akibat melonjaknya harga saham di Cina secara tajam. Kenaikan yang tajam berisiko memunculkan penurunan harga saham yang tajam pula.Indeks LQ-45 turun 1,262 poin (0,29%) pada level 426,823 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,231 poin (0,07%) pada level 341,782.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 61.734 kali, dengan volume 6,986 miliar unit saham, senilai Rp 4,506 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 83 saham naik, 90 saham turun dan 63 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top looser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 300 menjadi Rp 11.500, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 150 menjadi Rp 14.500, Agis (TMPI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.800, Mobile-8 Telecom (FREN) turun Rp 15 menjadi Rp 320 dan Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 15 menjadi Rp 425.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.700, Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) naik Rp 80 menjadi Rp 1.330 dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.550.
(ir/ir)











































