PTBA Targetkan Penjualan Tumbuh 20%
Rabu, 30 Mei 2007 17:16 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan target pendapatan tahun 2007 sebesar 20 persen. Hal ini dikatakan oleh Presiden Direktur PTBA Sukrisno dalam paparan publik perseroan di acara Indonesia Investor Forum 2 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2007)."Di 2007 ini diharapkan penjualan mencapai Rp 4,2 triliun, lebih tinggi dari tahun 2006 yang sebesar Rp 3,533 triliun," imbuhnya. PTBA mengharapkan volume penjualan batubara tahun 2007 mencapai sekitar 11 juta ton atau naik 10 persen dari volume penjualan tahun 2006 sebesar 9,9 juta ton.Volume penjualan sejumlah itu direncanakan berasal dari penjualan di Tanjung Enim sebesar 1,2 juta ton untuk PLTU Bukit Asam dan PT Semen Baturaja. "Penjualan melalui Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung dan Dermaga Batubara Kertapati Palembang untuk pasar domestik dan ekspor sekitar 9 juta ton," tambahnya.Untuk sisanya diharapkan berasal dari kegiatan trading batubara di Sumatera dan Kalimantan. "Sementara itu, kapasitas terpasang infrastruktur di PTBA Tanjung Enim sebesar 20 juta ton per tahun," ujarnya.Untuk pertumbuhan volume penjualan, Sukrisno mengatakan bahwa dalam jangka pendek pertumbuhan volume sangat tergantung dengan peningkatan kapasitas transportasi kereta api yang ada. "Target angkutan tahun 2007 sekitar 9 juta ton, atau naik sekitar 9 persen dari angkutan tahun 2006 yang sebesar 8,3 juta ton," tegasnya.Akan tetapi PTBA optimistis PT Kereta Api akan dapat memenuhi target tahun 2007 tersebut karena ada rencana PT KA untuk perbaikan dan pembelian sarana dan prasarana yang dibutuhkan."Untuk memenuhi target tahun 2008 sebesar 11,3 juta ton agar dapat terpenuhi diperlukan penambahan 9 lokomotif dan 50 gerbong batubara, dan hingga 2010 diharapkan kapasitas menjadi 15 juta ton per tahun," ujarnya.Untuk laba bersih tahun 2007, PTBA sangat optimistis untuk bisa mencapainya jauh lebih baik dari tahun 2006.Selain itu, PTBA menurut Sukrisno mengatakan akan mengakuisisi beberapa tambang batubara di Kalimantan. "Konsorsium dengan anak perusahaan PTBA namanya PT Bukit Asam Prima, ada 11 perusahaan yang sedang kita lihat. Empat sudah selesai perhitungan, kita harapkan tahun ini ada yang bisa kita akuisisi," imbuhnya.Untuk dana akuisisi dikatakan bahwa perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,6 triliun yang berasal dari cash internal. "Seluruhnya akan kita gunakan untuk keperluan akuisisi tersebut, kalau kurang kita akan melakukan pinjaman dari bank," ujarnya.Selain itu, Sukrisno juga mengatakan bahwa perseroan mengharapkan prosesnegosiasi kenaikan tarif batubara dengan PT Indonesia Power. "Kenaikannyakami harapkan 5-10 persen untuk PLTU Suralaya," ujarnya.
(dnl/ir)











































