Ciputra akan Terbitkan REITs Rp 1 Triliun
Kamis, 31 Mei 2007 12:22 WIB
Jakarta - PT Ciputra Development Tbk berencana menerbitkan REITs (Real Estate Investment Trust) sekitar Rp 1 triliun atau US$ 100 juta untuk membantu pendanaan proyek komersial di Jakarta. Total kebutuhan dana untuk proyek itu mencapai Rp 2 triliun. Hal tersebut dikatakan Direktur Ciputra Development Tulus Santoso dalam paparan publik di acara 'Indonesia Investor Forum II' di JCC, Senayan, Kamis (31/5/2007)."Kami akan membangun proyek CBD di Jalan Dr. Satrio, Jakarta Selatan untuk komersil properti. Jadi ada mal, apartemen dan office building dalam satu proyek seluas 7 ha dan luas bangunan 300 ribu meter persegi dengan total investasi Rp 2 triliun," ungkapnya.Tulus menambahkan, kebutuhan dana Rp 2 triliun itu didapat dari sisa hasil rights issue yang dilakukan perseroan tahun lalu sebesar Rp 300 miliar. Dan karena proyek tersebut berjalan dalam 3 tahun maka tiap tahun dibutuhkan Rp 700 miliar. "Nah ini (Rp 700 miliar per tahun) akan kita dapat dari REITs atau bank loan. Kami sedang mengkaji untuk menerbitkan REITs yang nilainya kira-kira US$ 100 juta atau Rp 1 triliun," jelasnya.Mengenai REITs ini, Tulus menjelaskan, saat ini untuk penerbitannya sedang menunggu regulasi baru yang akan dibuat Bapepam agar dimungkinkan dapat diterbitkan di Indonesia. "Selama ini hanya diterbitkan di Singapura dan ini merugikan kita karena adanya 2 kali ta ," ujarnya.Perseroan memilih REITs karena dianggap sebagai instrumen yang cocok untuk pembiayaan proyek real estate."Selain proyek di Jakarta, saat ini kami juga sedang membangun proyek perumahan di Kalimantan yaitu di Samarinda dan Banjarmasin yang masing-masing luasnya 50 ha," ujarnya.Tulus menambahkan, 2 proyek komersial perseroan saat ini yaitu Mal Ciputra dan juga proyek di Semarang akan dijadikan underlying asset.Perseroan menargetkan target laba bersih sebesar Rp 100-110 juta pada tahun 2007. "Untuk laba bersih ini kontribusi dari sektor perumahan sebesar 70-75 persen dan sektor komersial sebesar 20-25 persen," imbuhnya.
(dnl/qom)











































