Pasar Tunggu Duet SCTV-Indosiar

Pasar Tunggu Duet SCTV-Indosiar

- detikFinance
Senin, 04 Jun 2007 10:45 WIB
Jakarta - Pembelian 64,4 persen saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) oleh anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang berbasis di Singapura,-- Indofood Agri Resources Ltd,-- tidak berhenti sampai disitu.Anthony Salim yang memiliki Grup Indofood bakal punya transaksi lanjutan dari jual beli saham Lonsum dari First Durango Pte Ltd tersebut yang dimotori keluarga Sariaatmaja.Kedua keluarga pengusaha ini dikabarkan melakukan tukar guling. Anthony membeli lahan sawit Lonsum. Kemudian keluarga Sariaatmaja,-- yang memiliki stasiun TV SCTV dan O Channel--, akan mengambil TV milik Salim yakni Indosiar.Namun kedua pihak ini masih malu-malu dan belum mau membuka diri soal rencana pengambilalihan saham Indosiar oleh SCTV pasca penjualan saham Lonsum. Pasalnya transaksi Lonsum dan Indofood senilai Rp 5 triliun baru rampung akhir tahun. Tapi sepertinya pelaku pasar sudah mencium gelagat kedua pihak ini. Terlihat sejak aksi transaksi jual beli Lonsum diumumkan, saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA),--induk SCTV--, terus naik.Pada perdagangan saham pukul 10.00 JATS, Senin (4/6/2007), saham Indosiar naik Rp 10 menjadi Rp 610 dan saham SCMA stabil di level Rp 990 per saham."Informasi yang beredar meskipun masih spekulatif sudah akan direspons pasar," kata Alfatih, analis dari BNI Securities ketika dihubungi detikFinance, Senin (4/6/2007).Diakui Alfatih, informasi sekecil apapun sudah sangat mempengaruhi kedua emiten ini. Menurut Alfatih, saham Indosiar mulai bergerak aktif sejak akhir bulan Mei 2007. Saham Indosiar yang di tahun 2004 sempat mencapai Rp 750 per saham tapi kemudian anjlok di level Rp 300 per saham karena kerugian yang dialami perseroan."Saham Indosiar sebelumnya bergerak sideways di kisaran Rp 280-480 tapi dalam akhir Mei terus naik ke Rp 730 per saham walaupun sempat turun," kata Alfatih.Dia memprediksi jika transaksi pembelian saham oleh grup SCTV terjadi, saham Indosiar akan bergerak di kisaran Rp 550-750 per saham dalam periode enam bulan ini. Sedangkan saham SCMA diprediksi akan bergerak di kisaran Rp 900-950 per saham.Alfatih melihat saat ini memang terjadi konsolidasi diantara perusahaan TV dalam rangka membentuk sinergi.Peta perusahaan TV nasional saat ini adalah Grup Media Citra Nusantara (MNC) dengan TPI, Global TV dan RCTI. Aliansi Chairul Tanjung-Jacob Oetama dengan Trans TV dan Trans 7. Grup Bakrie yang membawahi ANteve dan Lativi. Serta Keluarga Sariaatmaja yang telah memiliki SCTV dan TV lokal O Channel. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads