Pro Kontra Pindah Gedung, BEJ Tutup Mulut
Senin, 04 Jun 2007 15:12 WIB
Jakarta -
Otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) memilih tutup mulut terhadap pro kontra rencana pindah gedung bursa saham tertua Indonesia itu dari kawasan Sudirman Central Bussiness Distrik (SCBD) Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah menilai keberatan seperti yang dilontarkan ekonom senior yang juga penasihat presiden Sjahrir tidak berdasar."Kapasitas dia untuk berbicara seperti itu apa?" ujar Erry ketika dihubungi melalui telepon, Senin (4/6/2007).Erry mengatakan yang berhak memberikan penilaian pindah gedung adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEJ yang akan diadakan Rabu 6 Juni 2007.Selain rencana kajian pindah gedung, di dalam RUPS BEJ tersebut juga akan membahas laporan rencana penggabungan (merger) antara BEJ dengan Bursa Efek Surabaya (BES).Sebelumnya Sjahrir memberikan keterangan tertulis soal keberatan rencana kepindahan BEJ ini. Sjahrir menilai kepindahan gedung BEJ tersebut urgensinya tidak relevan, dan lokasi gedung BEJ saat ini dinilainya masih strategis di tengah pusat kota dan pusat keuangan.Sjahrir menegaskan lokasi BEJ di gedung SCBD saat ini masih terikat kontrak hingga 2009. Jika lokasi BEJ berkali-kali dipindah dengan alasan ada pengelola gedung yang menawarkan gratis dikhawatirkan mempengaruhi independensi otoritas bursa.Sjahrir juga khawatir munculnya biaya tinggi untuk membeli sistem otomatis perdagangan (automatic trading system) terkait pemindahan lokasi BEJ.
(dnl/ir)










































