Bakrie Bersedia Tampung BEJ

Rencana Pindah Gedung

Bakrie Bersedia Tampung BEJ

- detikFinance
Senin, 04 Jun 2007 15:52 WIB
Jakarta - PT Bakrie Development Tbk (ELTY) bersedia menampung Bursa Efek Jakarta (BEJ) jika bursa tersebut berencana pindah ke gedungnya di Rasuna Episentrum Kuningan. Hal tersebut dikatakan oleh Corporate Secretary ELTY, Nuzirman Nurdin saat dihubungi melalui telepon, Senin (4/6/2007). "BEJ telah datang ke kita untuk mengkaji kemungkinan mereka pindah ke Rasuna Episentrum," jelasnya. Menurutnya alasan kedatangan BEJ kepada Bakrie Development adalah karena kawasan Rasuna Episenturm dinilai memenuhi persyaratan BEJ. "Dari banyaknya proposal developer yang masuk, setelah disaring ternyata kita malah nomor satu," imbuhnya. Dia mengatakan bahwa ada beberapa alasan yang mendukung kawasan Rasuna Episentrum layak untuk dijadikan tempat baru bagi BEJ. "Lahan Rasuna Episentrum cukup luas yaitu 12 ha dan bisa ditempati oleh banyak perusahaan," jelasnya. Selain itu menurutnya tingkat kemacetannya juga jauh lebih rendah dibandingkan kemacetan di Sudirman. "Dari segi keamanan juga tentu terjaga, apalagi jika dikaitkan dengan isu teroris," ujarnya. Dia mengatakan BEJ akan lebih efisien jika mempunyai gedung sendiri. Karena jika menyewa gedung, BEJ harus mengeluarkan biaya minimal Rp 180 miliar per tahun, jadi untuk 10 tahun jumlahnya bisa Rp 1,8 triliun. "Namun menurut saya hal ini bukan masalah untuk BEJ, kan transaksi harian BEJ sudah mencapai Rp 6 triliun per hari, jadi masalah pendanaan bukan masalah bagi BEJ," tuturnya.Sebelumnya, ekonom Sjahrir yang juga penasehat Presiden SBY menuding pemindahan gedung BEJ akan memunculkan biaya tinggi terkait penyiapan infrastruktur baru untuk teknologi perdagangan.BEJ saat ini menempati gedung perkantoran di kawasan Sudirman Central Bussiness Distrik (SCBD). Sjahrir yang pernah memiliki perusahaan sekuritas, PT Sjahrir Securities mengatakan lokasi BEJ di gedung SCBD saat ini, masih terikat kontrak hingga 2009. Jika lokasi BEJ berkali-kali dipindah dengan alasan ada pengelola gedung yang menawarkan gratis, Sjahrir khawatir itu akan mempengaruhi independensi otoritas bursa.Menanggapi sentilan Sjahrir, otoritas BEJ memilih tutup mulut terhadap pro kontra rencana pindah gedung bursa saham tertua Indonesia itu.Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah menilai keberatan seperti yang dilontarkan Sjahrir tidak berdasar.Erry mengatakan yang berhak memberikan penilaian pindah gedung adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEJ yang akan diadakan Rabu 6 Juni 2007. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads