RUPS Indosat Dihadang Kasus Transaksi Derivatif

RUPS Indosat Dihadang Kasus Transaksi Derivatif

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2007 09:27 WIB
Jakarta - PT Indosat Tbk terus didera berita negatif. Belum habis tuntutan agar pemerintah melakukan buy back saham Indosat, pemegang sahamnya Temasek juga sedang dibidik dugaan monopoli seluler karena menguasai Telkomsel dan Indosat.Kini tepat di hari pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Indosat, menguak kasus mismanajemen dalam transaksi derivatif yang dilakukan perusahaan tahun 2004-2006 yang merugikan negara karena hilangnya potensi pajak.Anggota Komisi XI DPR, Dradjad H Wibowo telah menyampaikan hasil kerugian transaksi derivatif Indosat kepada Menteri Keuangan, Menneg PPN/Kepala Bappenas, Dewan Gubernur BI, dan BPS dalam Rapat Komisi XI pada 4 Juni 2007.Analisis awal yang dilakukan Drajad menunjukkan, negara kehilangan potensi penerimaan pajak dan dividen sekitar Rp 323 miliar sebagai akibat mismanajemen dalam transaksi derivatif Indosat. Drajad menggunakan neraca konsolidasi PT Indosat Tbk tahun 2004 dan 2005 (audited) dan angka-angka laporan keuangan 2006 yang belum diaudit.Dijelaskan, neraca konsolidasi Indosat mencantumkan satu pos loss on change in fair value of derivatives-net. Pada tahun 2004, kerugiannya adalah Rp 170,45 miliar, lalu turun menjadi Rp 44,21 miliar pada tahun 2005. Namun pada tahun 2006 kerugian derivatif ini diperkirakan meledak menjadi sekitar Rp 438 miliar. "Sehingga total selama tiga tahun sekitar Rp 653 miliar. Angka-angka di atas memang masih angka awal yang belum diaudit, sehingga bisa berubah. Namun tetap saja kerugian ini merupakan skandal keuangan yang tidak bisa ditolerir," ungkap Drajad dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (5/6/2007).Sebagai akibatnya, pemerintah kehilangan potensi penerimaan dari PPh badan, dividen karena pemerintah masih mempunyai 14,29 saham Indosat serta PPh atas dividen dari pemegang saham minoritas.Sementara total potensi penerimaan pajak negara yang hilang adalah sekitar Rp 323 miliar. Jumlah ini masih bisa bertambah, yaitu apabla transaksi diatas justru menghasilkan keuntungan.Dradjad mencatat, sejak tahun 2004 hingga November 2005, Indosat menandatangani 17 kontrak swap yang terdiri dari 11 kontrak cross-currency swap dan 6 kontrak interest rate swap. Nilai dari transaksi derivatif di atas adalah sekitar US$ 275 juta atau sekitar Rp 2,47 triliun.Kontrak di atas melibatkan lembaga keuangan ternama seperti ABN-AMRO Bank, Barclays Capital London, Goldman Sachs Capital Market (GSCM) New York, HSBC, JP Morgan Chase Bank Singapore, Merril Lynch Capital Market, dan Standard Chartered Bank Jakarta."Skandal transaksi derivatif Indosat menunjukkan bahwa perbaikan manajemen tersebut juga tidak terjadi meski telah dilakukan divestasi," jelas Drajad.RUPS Indosat hari ini akan meminta persetujuan pemegang saham soal pengesahan laporan keuangan 2006 dan penggunaan laba bersih.Semula yang akan menjadi puncak perhatian RUPS kali ini adalah penunjukkan direktur utama Indosat yang kosong sejak Mei 2006. Namun meledaknya kasus derivatif ini diduga akan menimbulkan banyak pertanyaan dari pemegang saham. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads