BEJ Harus Punya Gedung Sendiri
Selasa, 05 Jun 2007 12:33 WIB
Jakarta - Sebagai perusahaan besar yang mengelola dana hingga triliun rupiah, Bursa Efek Jakarta (BEJ) seharusnya memiliki gedung sendiri. Untuk lokasinya, kawasan Segitiga Emas bisa menjadi salah satu pilihan."Kalau perusahaan besar sebaiknya memang membeli, kalau perusahaannya kecil sebaiknya sewa," ujar pengamat properti Panangian Simanungkalit saat dihubungi detikFinance, Selasa (5/6/2007)Panangian melihat calon lokasi baru Gedung BEJ, yang disebut-sebut di kawasan Jalan Rasuna Said masih mirip dengan lokasi gedung BEJ saat ini dari segi kawasan bisnis dan akses. Rasuna Epicentrum misalnya yang terletak di Jalan HR Rasuna Said masih termasuk daerah segitiga emas."Tapi memang dari segi banyaknya gedung, lebih banyak di Sudirman. Jadi kalau BEJ lebih berorientasi pada luasan gedung yang dimiliki di Rasuna lebih memungkinkan," kata Panangian. Sementara pengamat pasar modal Dandossi Matram menilai, BEJ harus memperhitungkan apakah pindah gedung bakal menguntungkan atau tidak. Jika gedung saat ini lebih menguntungkan, BEJ seharusnya tidak pindah.Menurutnya, wacana pindah gedung tersebut akan memberikan gambaran bagi manajemen BEJ mana yang lebih menguntungkan antara tetap di gedung saat ini atau pindah ke gedung baru."Wacana pindah gedung bisa dijadikan acuan bagi manajemen untuk melihat cost and benefit yang akan diperoleh BEJ. Kalau tidak dilontarkan wacana itu cost and benefit-nya tidak akan jelas," ujarnya.Dandossi menilai seharusnya rencana perpindahan gedung tidak diributkan asalkan berdasarkan pertimbangan kerugian dan keuntungan bagi BEJ. Selain keuangan, pertimbangan untung rugi juga dilihat dari kemudahan akses pihak-pihak terkait yang berurusan dengan BEJ seperti investor, anggota bursa dan fasilitas penunjang lain."Kalau ternyata pindah gedung cost-nya lebih besar dan benefit-nya lebih kecil tapi manajemen masih ngotot pindah gedung itu baru salah," kata Dandossi.Dandossi juga mengemukakan seharusnya BEJ memanfaatkan brand yang dimilikinya untuk mendapatkan diskon dari pemilik gedung saat ini atau pemilik lahan di calon gedung baru.Hal yang sama juga dikemukakan Panangian. Menurutnya, BEJ memiliki jaringan penunjang yang pasti berkantor satu gedung atau berdekatan dengan BEJ. Hal tersebut bisa dimanfaatkan BEJ untuk meminta diskon.
(ard/qom)











































