Jakarta Propertindo akan Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
Rabu, 06 Jun 2007 14:28 WIB
Jakarta - Perusahaan properti milik Pemda DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan menerbitkan obligasi sejumlah Rp 200 miliar berjangka waktu 5 tahun.Moody's Investors Service memberikan skala nasional peringkat perusahaan Baa2.id atas Jakpro. Pada saat yang bersamaan, Moody's memberikan peringkat Baa2.id terhadap rencana penerbitan obligasi Jakpro sejumlah Rp 200 milyar berjangka waktu 5 tahun. Prospek atau outlook dari peringkat ini adalah stabil. Ini merupakan pertama kalinya Moody's menetapkan peringkat untuk Jakpro.Demikian siaran pers dari PT Moody's Indonesia dengan analis Iwan Wisaksana, VP Senior Analyst dan Joko Widodo AVP Analyst yang diterima detikFinance, Rabu (6/6/2007).Dana hasil obligasi sebesar Rp 180 miliar digunakan untuk membiayai pengembangan properti komersial (pusat perbelanjaan dan ruko), gudang dan peralatan telekomunikasi. Sisanya sejumlah Rp 20 miliar akan digunakan untuk modal kerja.Dijelaskan, peringkat Baa2.id mencerminkan posisi Jakpro yang memadai dibandingkan dengan pemain besar lainnya didaerah Jakarta Utara dan Timur wilayah bisnisnya terkonsentrasi. Selain itu gross margin yang tinggi dan debt/capitalization ratio yang rendah.Jakpro memiliki hubungan yang menguntungkan dengan pemegang saham utama yaitu Pemda Jakarta, yang beberapa kali melakukan penambahan modal disetor melalui pengalihan tanah (inbreng) kepada perusahaan. Pada tahun 2006, menyuntikkan modal secara tunai sejumlah Rp 150 miliar untuk akuisisi tanah sehubungan dengan proyek jalan tol. Hal ini memperkuat struktur modal perusahaan."Pada saat yang bersamaan peringkat mempertimbangkan skala pendapatan perusahaan yang rendah rasio EBIT return atau total aset dan interest coverage yang lemah, volatilitas dari arus kas operasi serta risiko yang mungkin timbul berkaitan dengan pergeseran strategi bisnis dari penjualan properti ke investment property," kata Iwan.Untuk ke depannya, volatilitas dari arus kas seharusnya dapat dikurangi dengan penyelesaian proyek Pluit Junction, sebuah investment property yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan sewa yang kontinu mulai akhir 2007 atau awal 2008. Namun demikian, risiko berkaitan dengan skedul penyelesaian proyek dan perolehan tenant mix dapat membatasi perbaikan arus kas Jakpro dalam jangka pendek dan menengah.Outlook stabil mencerminkan ekspektasi Moody's bahwa Jakpro akan dapat memelihara struktur permodalannya pada saat melakukan ekspansi di pasar properti, khususnya pembangunan Pluit Junction dan pergudangan di daerah Muara Baru.Jakpro adalah subholding bidang properti dan infrastruktur dari Pemda DKI Jakarta yang memiliki 99,92 persen saham perusahaan. Perusahaan bergerak dalam bidang pengembangan properti melalui build, operate and transfer (BOT) dan skema pembagian keuntungan untuk pusat perbelanjaan, perkantoran dan kompleks pergudangan. Bidang usaha lainnya meliputi properti manajemen, konsultasi dan jasa lainnya, terutama di daerah Jakarta Utara dan Timur. Pada tahun 2006, Jakpro membukukan pendapatan sebesar Rp 135 miliar dan total aset sebesar Rp 611,5 miliar.
(ir/qom)











































