Bakrie & Brothers Bagi Dividen Pertama Setelah Krismon

Bakrie & Brothers Bagi Dividen Pertama Setelah Krismon

- detikFinance
Rabu, 06 Jun 2007 16:38 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyetujui pembagian dividen pertama kali sejak terjadinya krisis moneter tahun 1997.Namun meski sudah disetujui oleh pemegang saham, pembagian dividen BNBR ini masih menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Hal ini dikatakan oleh Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (6/6/2007)."Para pemegang saham sudah menyetujui perseroan untuk membagikan dividen sebesar 10 persen dari laba bersih tahun 2006," ujarnya. Adapun total dividen yang akan dibagikan perseroan adalah sebesar Rp 21,5 miliar."Untuk laba per saham tinggal dibagikan saja, jumlah lembar saham yang beredar saat ini adalah 26,97 miliar lembar saham," ungkapnya.Menurut Yuanita alasan menunggu persetujuan Bapepam adalah karena ada 5 kriteria di dalam surat edaran Bapepam tahun 2003 tentang persyaratan bagi deviden yang harus dipenuhi."Kita sudah memenuhi 3 kriterianya, jadi ada 2 kriteria yang menurut aturan tersebut belum kita penuhi," ujarnya.Dia mengatakan bahwa 2 aturan yang belum dipenuhi adalah bahwa agio saham atau additional paid up capital perseroan harus lebih besar dari negative return-nya. "Jadi perlu dijelaskan kenapa kita negative return ini, itu sebenarnya waktu restrukturisasi. Waktu krisis ekonomilah dimana utang dalam mata uang dolar Amerika itu mengalami pelonjakkan, tapi utangnya sendiri tidak ada," tuturnya.Sementara kriteria satu lagi yang belum dipenuhi adalah bahwa jika suatuperusahaan membayar dividen, maka total saldo ekuitasnya tidak boleh lebih kecil dari modal ditempatkannya."Modal ditempatkan kita adalah Rp 5,4 triliun, saldo ekuitas kita Rp 4,4triliun, tapi kita beranggapan bahwa Bakrie Brothers itu kita bukan single company tapi holding," jelasnya.Ia menambahkan, holding itu punya satu keunikan karena boleh negative return earning tapi posisi kas kita tidak negative. "Jadi meskipun ada 2 anak perusahaan kita yaitu Bakrie Sumatra Plantation (BSP) dan Bakrie Telecom (BTEL) sedang fast growing dengan cashflow-nya masih negatif, tapi kita kan punya company yang namanya infrastructure, dia tidak punya utang, cashflow-nya positif," papar Yuanita.Oleh karena itu, menurut Yuanita perseroan telah mengirimkan surat balasan ke Bapepam. "Karena Bapepam baru memberikan surat balasan kepada kita pada hari Senin (4/6/2007), kita akan memberikan penjelasan tadi kepada Bapepam, jadi pembagian dividen tinggal menunggu approval dari Bapepam," jelasnya. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads