Pajak Saham Hantui Bursa

Pajak Saham Hantui Bursa

- detikFinance
Kamis, 07 Jun 2007 08:50 WIB
Jakarta - Pelaku pasar mulai cemas terhadap rencana kenaikan pajak saham yang sedang dikaji Dirjen Pajak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kena sentimen negatif.Pada perdagangan saham Kamis (7/6/2007), IHSG diprediksi akan mengalami tekanan karena banyaknya sentimen negatif yang mengganggu pasar.Merahnya bursa Wall Street yang diikuti turunnya bursa regional pada pagi ini akan berimbas pada IHSG.Terlebih Bank Indonesia (BI) yang menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini belum jelas apakah akan menurunkan BI Rate atau tidak.Namun yang paling mengganggu pasar adalah rencana kenaikan pajak saham dari saat ini 0,1 persen.Ketua Asosiasi Emiten Indonsia (AEI) Airlangga Hartarto mengakui rencana kenaikan pajak saham mengkhawatirkan para pelaku pasar. Pasar sebenarnya mengharapkan pemerintah memberikan insentif bukan malah menaikkan pajak transaksi.Meskipun kenaikan pajak kemungkinan hanya 0,2 persen, menurut Airlangga, hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan nilai perdagangan harian di bursa yang saat ini mencapai Rp 4-5 triliun. Pasalnya, sinyal kenaikan pajak ini berlawanan dengan ekpektasi pasar yang menginginkan insentif pajak.Selain penurunan nilai perdagangan harian, dikhawatirkan pula sinyal itu akan memicu pelarian modal asing yang ditanam di BEJ saat ini ke bursa regional lain. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (6/6/2007), IHSG naik 9,334 poin (0,45%) ke level 2.102,444.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesPerdagangan di hari kemarin relatif sepi walaupun indeks berhasil ditutup menguat 0,45 persen menjadi 2.102 didorong oleh pulihnya saham-saham sektor pertambangan. Keputusan BI mengenai arah BIRrate pada hari ini kami perkirakan akan memengaruhi jalannya perdagangan kendati secara teknis indeks masih berpola konsolidasi. Perkiraan indeks harian 2.080-2.120. Optima Investama Indeks kemarin akhirnya menguat tipis dari yang diperkirakan melemah karena saham second liner yang menyebabkan indeks turun oleh BEJ disuspensi. Penguatan indeks juga didukung teknikal rebound dari saham yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam.Menjelang Rapat Dewan Gubernur BI pada siang ini diperkirakan BI Rate bertahan pada level 8,75 persen karena inflasi yang masih relatif tinggi akibat tekanan harga minyak goreng. Indeks lebih bertumpu pada bursa global dan regional dengan kisaran 2.085-2.115 sedangkan saham yang potensial yakni BMRI, PTBA, BLTA dan BNBR. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads