Semen Gresik Siapkan Rasio Stock Split

Semen Gresik Siapkan Rasio Stock Split

- detikFinance
Selasa, 12 Jun 2007 12:15 WIB
Jakarta - Perusahaan semen BUMN, PT Semen Gresik Tbk menyiapkan beberapa opsi untuk rasio pemecahan nilai nominal saham (stock split). Opsi rasionya bisa 1:10 atau 1:20 saham.Hal ini dikatakan oleh Dirut Dwi Sutjipto disela-sela acara breakfast meeting BUMN Executive Club yang digelar di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/6/2007)."Memang beberapa opsi kita untuk stocksplit ada 1 banding 10 (1:10) dan bisa saja 1 banding 20 (1:20). Tapi kemungkinan ada opsi lainnya. Itu kan tergantung nanti di RUPS, opsi mana yang dipilih shareholder kita," kata Dwi.Untuk pertumbuhan kinerja 2007, Dwi mengatakan perseroan tetap memakai target di awal tahun. Meskipun pada saat ini tingkat suku bunga mulai turun."Dengan penurunan suku bunga pengaruhnya ke daya beli masyarakat dan arahnya ke sektor perumahan juga demikian. Jadi dampaknya terhadap semen harusnya semakin baik," tutur Dwi.Menurut Dwi, dampak penjualan Semen Gresik terhadap penurunan suku bunga sampai sekarang belum terlihat. Karena selain suku bunga, penjualan semen juga tergantung pada tingkat pertumbuhan ekonomi (GDP)."Tapi tahun ini growth volume industri semen 6 persen, karena awal bulan bagus. Sementara April-Mei ini agak melemah, karena itu kita mau melihat kedepannya bagaimana dengan adanya penurunan suku bunga. Sementara untuk harga di luar kontrol kita karena berdasarkan mekanisme pasar," urai Dwi.Pangsa pasar (market share) perseroan tahun ini, menurut Dwi, ditargetkan tetap sebesar 46 persen dari pertumbuhan industri."Di tahun ini, kapasitas volume industri yaitu sekitar 33 juta ton dan kita 46 persennya. Kita akan me-maintenance market sebesar itu," katanya.Untuk laba bersih tahun ini, Dwi mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih seperti yang diharapkan kementerian BUMN yakni 20 persen untuk seluruh BUMN."Target kita seperti itulah tidak jauh-jauh. Kita ikut seperti apa yang ditargetkan oleh kementerian," ujar Dwi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads