Cina: AS Jangan Politisasi Yuan

Cina: AS Jangan Politisasi Yuan

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2007 14:48 WIB
Beijing - Pemerintah Cina merasa geram dengan kecaman terus menerus yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terkait fleksibilitas yuan. Cina minta AS berhenti mempolitisasi yuan."Setiap langkah untuk mempolitisasi isu ini tidak akan kondusif untuk memecahkan masalah," ujar juru bicara Departemen Perdagangan Cina Yao Hongshen seperti dikutip AFP, Rabu (13/6/2007).Pernyataan itu disampaikan menanggapi desakan DPR AS agar Cina merevaluasi yuan. DPR AS bahkan akan meloloskan aturan untuk menekan Cina agar merevaluasi yuan."Kedua pihak harus menangani masalah yang muncul dari perkembangan kerjasama ekonomi dan perdagangan bilateral dengan berdasarkan prinsip yang menguntungkan dan setara," cetusnya.Mata uang Cina itu saat ini dianggap terlalu rendah sehingga merugikan pengusaha AS. Yuan yang nilainya terlalu rendah terhadap dolar AS dianggap membuat barang-barang Cina sangat kompetitif. Para eksportir AS pun menjerit karenanya.Beberapa anggota kongres AS bahkan mengusulkan adanya semacam sanksi perdagangan kepada Cina jika tidak merevaluasi yuan. Sanksi itu termasuk kemungkinan penerapan tarif sebesar 20% untuk barang-barang dari Cina.AS juga menyalahkan Cina atas membengkaknya defisit perdagangan menjadi US$ 232,5 miliar tahun lalu.Yao juga menyatakan kecamannya atas keputusan AS menerapkan tarif tambahan kertas mengkilap dari Cina. Sanksi semula juga diterapkan kepada kertas asal Indonesia karena dinilai ada unsur dumping."Keputusan awal AS atas kertas mengkilap Cina telah melanggar konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara untuk memecahkan masalah melalui dialog. Keputusan itu melukai kepentingan dan perasaan masyarakat pebisnis Cina dan tidak dapat diterima," tegasnya."Kami akan terus mengamati perkembangan isu ini dan melakukan segala hal untuk melindungi kepentingan dan hak Cina," ketusnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads